Bisnis dan Teknologi

Menjaga Nadi Kereta Api Sumut: 111 Tahun Balai Yasa Pulubrayan Topang Keandalan Sarana dan Kinerja Angkutan

91
×

Menjaga Nadi Kereta Api Sumut: 111 Tahun Balai Yasa Pulubrayan Topang Keandalan Sarana dan Kinerja Angkutan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat keandalan sarana perkeretaapian melalui peran strategis Balai Yasa Pulubrayan.

Sepanjang Semester I 2026, bengkel pusat sarana kereta api ini sukses merampungkan perawatan berat terhadap puluhan armada guna mendukung kelancaran mobilitas penumpang dan logistik di wilayah tersebut.

Tercatat, Balai Yasa Pulubrayan berhasil menyelesaikan perawatan berkala tingkat besar yang meliputi lima unit lokomotif, 18 kereta penumpang, 102 gerbong barang, tiga kereta pembangkit, serta satu unit peralatan khusus.

Manager Humas KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti dedikasi Balai Yasa Pulubrayan dalam menjaga kelaikan dan keandalan armada perkeretaapian.

“Melalui perawatan yang terencana dan dilaksanakan secara profesional, Balai Yasa Pulubrayan memegang peranan penting dalam mendukung pencapaian target angkutan penumpang dan barang di Sumatera Utara,” ujar Anwar.

Berdiri sejak zaman Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) dan mulai beroperasi pada tahun 1915, Balai Yasa Pulubrayan kini telah genap 111 tahun mengabdi sebagai tulang punggung perawatan sarana di Sumatera Utara.

Karakteristik perawatannya pun berbeda dengan depo sarana seperti Depo Lokomotif Medan atau Depo Kereta & Gerbong Pulubrayan yang hanya menangani perawatan ringan harian dan bulanan.

Sebagai bengkel pusat, Balai Yasa Pulubrayan menampung beragam jenis sarana mulai dari lokomotif, kereta penumpang, kereta pembangkit, gerbong angkutan barang, hingga peralatan khusus untuk menjalani perawatan berat (overhaul).

Proses ini terjadwal secara berkala setelah sarana beroperasi dalam kurun waktu 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan, hingga 72 bulan, termasuk menangani perbaikan-perbaikan besar lainnya.

“Tidak hanya melakukan perawatan, dengan dukungan peralatan yang lebih lengkap, di Balai Yasa juga dimungkinkan untuk dilakukan rekayasa teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan,” tambah Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *