Religi

Khutbah Jumat Ustadz Yanda Hardiyansah Ajak Jamaah Siapkan Bekal Akhirat

103
×

Khutbah Jumat Ustadz Yanda Hardiyansah Ajak Jamaah Siapkan Bekal Akhirat

Sebarkan artikel ini

Khutbah Jumat di Masjid Nurul Hidayah Tekankan Pentingnya Muhasabah dan Persiapan Menghadapi Kematian

Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md., S.Pd., Kepala Sekolah Pesantren Ma'rifatul Hikmah Serdang Bedagai, mengajak jamaah untuk merenungkan kesiapan menghadapi kematian dalam khutbah Jumat di Masjid Nurul Hidayah, Dusun XV, Desa Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat(10/7/2026)(Istimewa)

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md., S.Pd., Kepala Sekolah Pesantren Ma’rifatul Hikmah Serdang Bedagai, mengajak jamaah untuk merenungkan kesiapan menghadapi kematian dalam khutbah Jumat di Masjid Nurul Hidayah, Dusun XV, Desa Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat(10/7/2026).

Mengusung tema “Siapkah Kita Jika Jumat Ini Menjadi Jumat Terakhir dalam Kehidupan Kita”, khutbah tersebut mengingatkan bahwa tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan menjemput.

Karena itu, setiap Muslim diminta mempersiapkan bekal terbaik dengan meningkatkan ketakwaan dan amal saleh.

Kematian Pasti Datang Tanpa Menunggu Kesiapan

Dalam khutbahnya, Ustadz Yanda Hardiyansah menyampaikan firman Allah SWT dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 57 yang menegaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian dan akan kembali kepada Allah SWT.

Ia mengajak jamaah merenungkan pertanyaan mendalam, bagaimana jika salat Jumat yang sedang dikerjakan menjadi salat Jumat terakhir dalam kehidupan.

Menurutnya, kabar kematian datang setiap hari tanpa memandang usia, kondisi kesehatan, maupun status sosial. Karena itu, manusia tidak boleh merasa masih memiliki waktu yang panjang untuk memperbaiki diri.

Khutbah juga mengutip Surah An-Nisa ayat 78 yang menjelaskan bahwa kematian akan mendatangi setiap manusia di mana pun berada, sekalipun berada di tempat yang paling kokoh.

Perbanyak Taubat dan Amal Saleh

Ustadz Yanda menegaskan bahwa orang yang cerdas bukanlah mereka yang memiliki harta atau jabatan, melainkan orang yang selalu siap ketika Allah SWT memanggilnya.

Ia juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak mengingat kematian sebagai pemutus segala kenikmatan dunia.

Menurutnya, mengingat kematian bukan untuk menumbuhkan rasa putus asa, tetapi menjadi motivasi memperbaiki kualitas salat, memperbanyak taubat, menjaga lisan, menghormati orang tua, menyayangi keluarga, meningkatkan sedekah, serta meninggalkan berbagai perbuatan dosa.

Muhasabah Sebelum Ajal Tiba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *