Religi

Ustadz Yanda Hardiyansah: Taubat Adalah Hak Setiap Manusia

34
×

Ustadz Yanda Hardiyansah: Taubat Adalah Hak Setiap Manusia

Sebarkan artikel ini

Pesan Sejuk Khutbah Jumat di Masjid Nurul Iman Tebing Tinggi Mengenai Luasnya Ampunan Allah

Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md., S.Pd.,mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan kembali luasnya samudra ampunan Allah SWT(foto:Din)

TERITORIAL24.COM,TEBING TINGGI – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Iman di Jalan Yos Sudarso, Tebing Tinggi, saat berlangsungnya ibadah Shalat Jumat,(26/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md., S.Pd., menyampaikan khutbah menyentuh hati yang menegaskan bahwa taubat adalah hak spiritual bagi setiap manusia tanpa terkecuali.

Melalui untaian pesan yang menyejukkan, beliau mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan kembali luasnya samudra ampunan Allah SWT.

Beliau mengingatkan agar tidak ada seorang pun yang merasa putus asa dari rahmat-Nya, sekelam apa pun masa lalu yang pernah dilalui.

Memahami Fitrah Manusia dan Batas Waktu Berbenah

Dalam khutbahnya, Ustadz Yanda menyampaikan pandangan mendalam bahwa tidak ada satu pun hamba di dunia ini yang luput dari kekhilafan.

Beliau menyitir sebuah hadits sahih riwayat Imam Tirmidzi yang menjadi landasan optimisme bagi setiap jiwa yang rindu akan perbaikan diri.

“Setiap anak Adam pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Kesadaran akan hakikat ini, menurut beliau, seharusnya melahirkan kerendahan hati untuk senantiasa bersujud dan membuka lembaran baru yang lebih bersih di hadapan Sang Pencipta.

Kasih Sayang Allah yang Berpacu dengan Waktu

Lebih lanjut, Ustadz Yanda mengulas betapa pintu maghfirah Allah senantiasa terbuka lebar menanti kepulangan hamba-Nya yang bersemi penyesalan.

Namun, beliau juga menyelipkan pesan pengingat yang tegas namun santun mengenai keterbatasan waktu yang dimiliki manusia di dunia.

Mengutip sabda Rasulullah SAW, beliau mengingatkan bahwa kesempatan emas untuk mengetuk pintu taubat akan tertutup rapat saat napas telah mencapai tenggorokan.

Oleh karena itu, menunda-nunda momentum untuk berbenah diri adalah sebuah kerugian besar, mengingat rahasia kematian dapat menjemput kapan saja tanpa peringatan.

Menjaga Harapan dan Menghargai Ketulusan Hijrah

Esensi penting lain yang digarisbawahi dalam khutbah tersebut adalah larangan keras untuk menyerah pada keadaan atau merasa terasing dari kasih sayang Ilahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *