Kota Medan

Pabrik Mainan Terbakar di Medan Johor, DPRD Bilang: Jangan Cuma Padamkan Api, Ganti Rugi Warga Juga

38
×

Pabrik Mainan Terbakar di Medan Johor, DPRD Bilang: Jangan Cuma Padamkan Api, Ganti Rugi Warga Juga

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kalau sebuah pabrik berdiri bertahun-tahun di tengah permukiman, yang diharapkan warga tentu bukan cuma lapangan pekerjaan. Ada satu hal lain yang seharusnya ikut dibangun: rasa aman.

Sayangnya, harapan itu terasa jauh ketika kebakaran hebat melanda sebuah pabrik mainan dan plastik CV Makmur Jaya di Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor.

Api berkobar sejak Sabtu (21/6/2026) malam dan baru benar-benar bisa dipadamkan pada Minggu (22/6) sore.

Akibatnya, bukan hanya bangunan pabrik yang jadi korban. Sebanyak 11 rumah warga ikut terdampak, sementara sejumlah keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan.

Melihat kondisi itu, anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Jusup Ginting Suka, turun langsung ke lokasi.

Di tengah sisa kepulan asap, ia berdialog dengan warga untuk mendengar langsung apa yang mereka alami.

Dari hasil peninjauan, Jusup menyoroti dugaan minimnya sistem keselamatan kebakaran di pabrik tersebut.

Menurutnya, perusahaan yang sudah lama beroperasi semestinya memiliki perlengkapan dasar untuk mengantisipasi kebakaran.

“Kalau benar tidak ada hidran maupun tandon air sebagai cadangan, ini tentu menjadi persoalan serius. Belum lagi soal kelengkapan APAR yang seharusnya tersedia, apalagi di pabrik yang memiliki penggilingan biji plastik,” ujarnya.

Bagi Jusup, APAR bukan sekadar pajangan yang dipasang demi memenuhi syarat administrasi. Peralatan itu bisa menjadi penentu apakah api berhenti di satu ruangan atau justru melahap satu kompleks.

Karena itu, ia meminta perusahaan segera membenahi seluruh fasilitas keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Namun, menurutnya, persoalan tidak berhenti pada evaluasi sistem keamanan. Ada warga yang rumahnya rusak dan harus menanggung kerugian akibat kebakaran tersebut.

“Kalau kebakaran ini diduga berasal dari area perusahaan dan berdampak kepada masyarakat, perusahaan harus bertanggung jawab. Jangan biarkan warga menanggung kerugian sendirian,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *