TERITORIAL24.COM,PANGKALAN KERINCI – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi akademik guru, tetapi juga kekuatan spiritual yang dimilikinya.
Pesan itulah yang disampaikan narasumber nasional, Ust. Muh Taufik HS, S.Ag., CWC, saat memberikan pembinaan kepada seluruh guru SDIT dan SMPIT Al-Huda di Lantai 2 SMPIT Al-Huda, Jalan Pelita, Kerinci Timur, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 15.00 WIB tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas pendidik dalam membangun mutu pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Dalam pemaparannya, Ust. Muh Taufik HS menegaskan bahwa pembinaan jiwa dan penguatan spiritual merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap guru. Menurutnya, profesi guru bukan sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan amanah dakwah yang membutuhkan keteguhan hati dan kematangan ruhani.
“Guru yang tidak memiliki pembinaan diri yang kuat akan mudah lelah, jenuh, bahkan berhenti berjuang ketika berhadapan dengan berbagai tantangan dan godaan duniawi,” ujarnya di hadapan para peserta.
Pembinaan Ruhani sebagai Benteng Pendidik
Ust. Muh Taufik menjelaskan bahwa pembinaan ruhani memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas dan istiqamah seorang guru dalam menjalankan amanah pendidikan.
Pertama, proses pembinaan tersebut menjadi kompas keikhlasan yang membimbing seorang pendidik agar senantiasa mengajar dengan niat yang lurus karena Allah SWT.
Kedua, ia berfungsi sebagai benteng dari godaan duniawi, baik berupa ambisi jabatan, keinginan untuk meraih popularitas, maupun orientasi berlebihan terhadap materi.
Selain itu, penguatan spiritual juga mampu mengubah setiap kelelahan yang dirasakan guru menjadi bagian dari ibadah yang bernilai pahala.
“Ketika ruhiyah seorang guru terjaga, maka setiap kelelahan, kesulitan, dan ujian yang dihadapi akan berubah menjadi kenikmatan dalam beribadah serta jalan untuk meraih ridha Allah,” jelasnya.
Magnet Positif dari Hati Guru
Lebih lanjut, Ust. Muh Taufik menyoroti pentingnya energi spiritual seorang guru dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, kualitas murid sangat dipengaruhi oleh kualitas hati dan kepribadian gurunya.












