MEDAN|TERITORIAL24.COM -Keikhlasan tidak diuji ketika semuanya mudah. Ia justru terlihat ketika ketaatan menuntut pengorbanan, ketika jalan terasa jauh, tenaga terkuras, dan tidak ada keuntungan dunia yang menanti.
Pada saat itulah hati menunjukkan siapa dirinya: tetap melangkah karena Allah, atau berhenti karena dunia tidak lagi menawarkan apa-apa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
«لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ ۖ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ»
“Kalau yang kamu serukan itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan nama Allah, ‘Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersamamu.’ Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.”(QS. Al-Taubah: 42)
Ketika Ketaatan Mulai Dihitung dengan Untung-Rugi
Ayat ini berkaitan dengan Perang Tabuk, sebuah perjalanan yang menjadi ujian berat bagi kaum Muslimin.
Jarak yang jauh, cuaca panas, keterbatasan bekal, dan beratnya perjalanan menjadi tantangan yang tidak ringan.
Dalam kondisi seperti itu, tampak perbedaan antara mereka yang sungguh-sungguh dalam ketaatan dan mereka yang hanya bersedia bergerak ketika keadaan menguntungkan.
Allah berfirman:
لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا
“Sekiranya yang kamu serukan itu keuntungan yang dekat…”
Ungkapan ini menggambarkan sikap orang yang baru mau bergerak apabila keuntungan duniawi berada di depan mata dan perjalanan yang ditempuh tidak terlalu berat.
Ayat tersebut menjadi cermin bagi kita.
Apakah kita berbuat baik karena Allah, atau karena berharap sesuatu dari manusia?
Apakah kita tetap menjalankan amanah ketika tidak ada yang memuji?
Apakah kita tetap membantu ketika tidak ada yang mengetahui?
Dan apakah kita tetap taat ketika jalan yang harus ditempuh terasa berat?












