Religi

Kekuasaan Tak Abadi: Pesan Hadist tentang Mulkan Jabriyyah dan Amanah Kekuasaan ‎

84
×

Kekuasaan Tak Abadi: Pesan Hadist tentang Mulkan Jabriyyah dan Amanah Kekuasaan ‎

Sebarkan artikel ini

‎Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., mengulas pesan hadist Rasulullah Saw tentang pergantian kekuasaan, Mulkan Jabriyyah, dan pentingnya menjaga amanah(Ist)

‎MEDAN | TERITORIAL24.COM – Ada satu hal yang sering dilupakan manusia ketika berada di puncak kekuasaan: kekuasaan tidak pernah benar-benar abadi.

‎Kursi bisa berganti. Jabatan bisa berpindah. Kekuasaan bisa naik dan turun. Bahkan orang yang merasa memiliki kekuasaan paling besar sekalipun pada akhirnya akan meninggalkan semuanya.

‎Yang tersisa bukanlah kursinya, bukan pula jabatannya, melainkan pertanggungjawaban atas amanah yang pernah dipegangnya.

‎Karena itu, ketika Rasulullah Saw menjelaskan perjalanan fase kekuasaan umat manusia, pesan tersebut tidak semestinya hanya dibaca sebagai cerita tentang pergantian pemerintahan.

‎Lebih jauh dari itu, ia adalah peringatan moral bagi siapa pun yang memegang kekuasaan dan siapa pun yang hidup di bawah kekuasaan.

‎Rasulullah Saw bersabda:

‎«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا، فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»

‎‎Artinya:

‎”Akan ada masa kenabian di tengah kalian selama Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian selama Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada kerajaan yang menggigit, lalu berlangsung selama Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada kerajaan yang memaksa, lalu berlangsung selama Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan kembali khilafah di atas manhaj kenabian.”‎HR. Ahmad No. 18430.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *