Religi

Kekuasaan Tak Abadi: Pesan Hadist tentang Mulkan Jabriyyah dan Amanah Kekuasaan ‎

155
×

Kekuasaan Tak Abadi: Pesan Hadist tentang Mulkan Jabriyyah dan Amanah Kekuasaan ‎

Sebarkan artikel ini

‎Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., mengulas pesan hadist Rasulullah Saw tentang pergantian kekuasaan, Mulkan Jabriyyah, dan pentingnya menjaga amanah(Ist)

‎Kritik Bukan Kebencian

‎Masyarakat membutuhkan keberanian untuk mengingatkan ketika terjadi ketidakadilan.

‎Tetapi keberanian tidak boleh berubah menjadi kebencian.

‎Kritik tidak boleh berubah menjadi fitnah.

‎Nasihat tidak boleh berubah menjadi penghinaan.

‎Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi permusuhan.

‎Islam mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar, tetapi pelaksanaannya juga membutuhkan ilmu, hikmah, keadilan, dan tanggung jawab.

‎Karena itu, membicarakan Mulkan Jabriyyah bukan berarti setiap ketidakpuasan terhadap penguasa harus diterjemahkan sebagai bukti bahwa kita sedang berada dalam fase tersebut.

‎Lebih baik kita menjadikan hadist itu sebagai cermin untuk melakukan muhasabah terhadap kekuasaan dan diri sendiri.

‎Jangan Hanya Menunjuk Penguasa

‎Ada pertanyaan yang lebih berat daripada menilai penguasa:

‎Bagaimana dengan diri kita sendiri?

‎Kita menginginkan pemimpin yang amanah. Apakah kita sendiri sudah amanah?

‎Kita menginginkan hukum yang adil. Apakah kita sendiri sudah berlaku adil?

‎Kita menginginkan pejabat yang bersih. Apakah kita sendiri menolak mengambil sesuatu yang bukan hak kita?

‎Kita menginginkan masyarakat yang jujur. Apakah kita sendiri sudah membiasakan kejujuran?

‎Perubahan masyarakat tidak mungkin hanya dibebankan kepada orang yang berada di kursi kekuasaan.

‎Sebab masyarakat juga dibangun oleh keluarga, sekolah, masjid, lembaga pendidikan, organisasi, media, dunia usaha, dan setiap individu.

‎Perubahan Dimulai dari Diri

‎Allah SWT berfirman:

‎«إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ»

‎‎”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”‎QS. Ar-Ra’d: 11.

‎Ayat ini memberikan pelajaran penting bahwa perubahan sosial memiliki hubungan erat dengan perubahan manusia.

‎Jika kita menginginkan masyarakat yang adil, maka kita harus membangun manusia yang mencintai keadilan.

‎Jika kita menginginkan pemimpin yang amanah, maka kita harus membangun budaya amanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *