Pesan yang lebih dalam adalah agar kita memahami hakikat kekuasaan:
kekuasaan adalah amanah, bukan kemuliaan pribadi; kewenangan adalah ujian, bukan kekebalan; dan jabatan adalah kesempatan berbuat baik, bukan tiket untuk berbuat sesuka hati.
Jangan sampai kita sibuk menunggu pergantian zaman, tetapi lupa mempersiapkan manusia yang akan mengisi zaman tersebut.
Jangan sampai kita sibuk mengkritik kezhaliman orang lain, tetapi membiarkan kezhaliman tumbuh dalam diri sendiri.
Dan jangan sampai kita mengejar kekuasaan, tetapi lupa bahwa setiap kekuasaan pada akhirnya akan ditinggalkan, sementara setiap amanah akan dipertanggungjawabkan.
Sebab pada akhirnya, yang abadi bukanlah kekuasaan manusia, melainkan Allah SWT, dan kepada-Nya seluruh kekuasaan akan kembali.
Wallahu a’lam bish-shawab.****












