Religi

Kekuasaan Tak Abadi: Pesan Hadist tentang Mulkan Jabriyyah dan Amanah Kekuasaan ‎

154
×

Kekuasaan Tak Abadi: Pesan Hadist tentang Mulkan Jabriyyah dan Amanah Kekuasaan ‎

Sebarkan artikel ini

‎Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., mengulas pesan hadist Rasulullah Saw tentang pergantian kekuasaan, Mulkan Jabriyyah, dan pentingnya menjaga amanah(Ist)

‎Sebab dalam Islam, ukuran kemuliaan kekuasaan bukan terletak pada banyaknya kewenangan, melainkan pada seberapa besar kewenangan tersebut digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan dan keadilan.

‎Kekuasaan Bukan Kekebalan

‎Kekuasaan dapat membuat seseorang memiliki kewenangan.

‎Tetapi kekuasaan tidak pernah membuat seseorang kebal dari pertanggungjawaban.

‎Hari ini seseorang berada di puncak.

‎Besok ia bisa turun.

‎Hari ini seseorang memberikan perintah.

‎Besok mungkin ia yang menerima perintah.

‎Hari ini namanya disebut dalam berbagai forum.

‎Besok namanya mungkin hanya tinggal sejarah.

‎Karena itu, kekuasaan seharusnya melahirkan rasa takut kepada Allah, bukan kesombongan terhadap manusia.

‎Semakin besar kekuasaan seseorang, semakin besar pula amanah yang dipikulnya.

‎Kursi kekuasaan mungkin memiliki pengawal, tetapi pertanggungjawaban di hadapan Allah tidak memiliki pengawal.

‎Inilah kesadaran yang harus hidup dalam diri setiap pemimpin.

‎Jangan Menjadi Penolong Kezaliman

‎Islam tidak mengajarkan seorang Muslim untuk menjadi bagian dari kezaliman.

‎Allah SWT berfirman:

‎«وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ»

‎‎”Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.”‎QS. Hud: 113.

‎Ayat ini merupakan peringatan agar manusia tidak memberikan dukungan kepada kezaliman.

‎Rasulullah Saw juga memberikan peringatan tentang bahaya membantu penguasa dalam kebatilan.

‎Pesannya sangat penting: jangan menjadikan jabatan, pekerjaan, ilmu, kekuasaan, ataupun pengaruh sebagai instrumen untuk memperkuat kezaliman.

‎Seorang pejabat harus menjaga amanah.

‎Seorang hakim harus menjaga keadilan.

‎Seorang aparat harus menjalankan tugas sesuai hukum dan tanggung jawabnya.

‎Seorang ulama harus menjaga kebenaran.

‎Seorang intelektual harus menjaga integritas keilmuannya.

‎Dan seorang jurnalis harus menjaga independensi, keberimbangan, serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi.

‎Setiap profesi memiliki amanah. Dan setiap amanah memiliki konsekuensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *