Bisnis dan Teknologi

Menjaga Setiap Perjalanan: Cara KAI Divre I Sumut Rawat Kompetensi Pekerja demi Keselamatan Pelanggan

69
×

Menjaga Setiap Perjalanan: Cara KAI Divre I Sumut Rawat Kompetensi Pekerja demi Keselamatan Pelanggan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menjaga keselamatan perjalanan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Hingga Mei 2026, KAI Divre I Sumut telah melaksanakan 20 program pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi pekerja di berbagai bidang operasional maupun pendukung.

Program tersebut melanjutkan pengembangan kompetensi yang dilakukan secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, KAI Divre I Sumatera Utara tercatat telah menyelenggarakan 38 kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk mendukung keandalan operasional perkeretaapian di wilayah Sumatera Utara.

Manager Hubungan Masyarakat KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan penguatan kompetensi pekerja merupakan bagian penting dalam menjaga standar keselamatan dan kualitas pelayanan perusahaan.

“Pendidikan dan pelatihan menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap pekerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang tugasnya. Profesionalisme SDM memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Anwar.

Materi pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari operasional perjalanan kereta api, keselamatan kerja, teknis sarana dan prasarana, hingga bidang administrasi dan manajerial. Seluruh program dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun pemahaman terhadap tata kelola perusahaan.

Menurut Anwar, keterlibatan seluruh lini pekerja dalam program pengembangan kompetensi sangat penting untuk memastikan proses operasional dan administrasi berjalan selaras sesuai regulasi yang berlaku.

“Melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan, KAI ingin memastikan seluruh pekerja memahami prosedur kerja, standar keselamatan, serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, metode pembelajaran dilakukan melalui kombinasi kelas teori, praktik lapangan, simulasi, hingga pembelajaran berbasis digital. Pendekatan tersebut diterapkan agar pekerja dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika operasional transportasi publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *