Bisnis dan Teknologi

Buka Scopex 2026, Wagub Surya Tekankan Industri Sawit Harus Ramah Lingkungan

76
×

Buka Scopex 2026, Wagub Surya Tekankan Industri Sawit Harus Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan industri kelapa sawit tidak hanya dituntut kuat secara ekonomi, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Surya saat membuka Socfindo Conference on Practical Application & Exhibition (Scopex) 2026 di Hotel Adimulia, Selasa (19/5/2026).

Menurut Surya, penguatan riset, teknologi, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan inovasi menjadi kunci utama kemajuan industri sawit di masa depan.

“Tidak boleh berhenti di laboratorium atau ruang diskusi saja, tetapi harus mampu diterapkan secara nyata, membantu petani, meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, memperkuat daya saing, serta menjaga keberlangsungan lingkungan hidup,” kata Surya.

Dalam sambutannya, Surya juga mengenang masa kecilnya yang tumbuh di lingkungan perkebunan kelapa sawit di Pulau Raja, Kabupaten Asahan.

Ia menilai kondisi sosial di lingkungan perkebunan kini jauh lebih terbuka dibanding masa lalu.

“Saya masih ingat waktu SD kami disuruh hormati pohon kelapa sawit pertama. Dulu kasta sosial di masyarakat juga sangat kental, tetapi sekarang jauh berubah, semua semakin baik,” ujarnya.

Surya berharap perusahaan perkebunan sawit terus mengedepankan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan bersama pemerintah.

“Kita sebagai pemangku kepentingan, hal yang utama adalah kesejahteraan rakyat. Perusahaan juga punya tanggung jawab itu, bersama pemerintah menjaga lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Scopex 2026, Indra Syahputra, mengatakan produksi kelapa sawit Sumatera Utara saat ini mencapai sekitar 2 juta ton per tahun.

Menurutnya, produktivitas perusahaan rata-rata mencapai 3,6 ton per hektare, sedangkan petani sekitar 2,5 ton per hektare.

“Bila kita ingin meningkatkan produksi kelapa sawit tanpa menambah lahan, kita harus menggunakan bibit yang benar, tanam di tempat yang benar, dan mengelola dengan benar,” ujarnya.

Acara pembukaan Scopex 2026 turut dihadiri Principal Director Socfindo Harold Williams, Bupati Serdangbedagai Darma Wijaya, Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Samsul Tanjung, OPD Pemprov Sumut, serta lebih dari 500 peserta dari Indonesia dan Malaysia.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *