Kota Medan

Paul Simanjuntak Minta Dishub Medan Kaji Ulang Median Jalan

279
×

Paul Simanjuntak Minta Dishub Medan Kaji Ulang Median Jalan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, meminta Dinas Perhubungan Kota Medan mengkaji ulang pemasangan median jalan di sejumlah ruas yang dinilai menyulitkan warga.

Median tersebut berada di Jalan Karya Wisata, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Letda Sujono.

Paul menyampaikan hal itu dalam rapat evaluasi kerja triwulan IV Komisi IV DPRD Medan bersama Dinas Perhubungan Kota Medan, Senin, 5 Januari 2026.

Ia mengatakan penutupan median, khususnya di Kecamatan Medan Johor dan Jalan Sisingamangaraja, membuat warga harus memutar terlalu jauh.

“Ada banyak keluhan masyarakat karena median ditutup. Warga merasa keberatan karena jarak tempuh menjadi lebih panjang,” kata Paul dalam rapat tersebut.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, kondisi serupa juga terjadi di Jalan Letda Sujono.

Meski di lokasi tersebut terdapat lampu lalu lintas, pengaturannya dinilai tidak efektif.

Akibatnya, pengendara tetap harus memutar dan kondisi itu justru menambah kemacetan.

“Dari Tembung menuju Medan terganggu. Memutar juga memakan badan jalan. Kalau alasannya karena Pak Ogah, kenapa masyarakat yang dikorbankan,” ujar Paul.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada waktu tempuh menuju Bandara Kualanamu.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, mengatakan pihaknya telah membuka median di beberapa titik di Jalan Karya Wisata, yakni di depan Kompleks Perumahan J City dan Taman Cadika.

Ia mengakui adanya komplain dari masyarakat, terutama pihak sekolah. Penutupan median dinilai mengganggu aktivitas pelajar, khususnya siswa sekolah dasar. “Saat ini sudah ada dua titik median yang dibuka untuk mengakomodasi pergerakan pejalan kaki, bukan kendaraan,” kata Suriono.

Terkait Jalan Letda Sujono, Suriono mengatakan Dishub Medan telah berkoordinasi dengan lintas organisasi perangkat daerah, termasuk pengelola jalan tol dan Balai Jalan Nasional.

Salah satu opsi yang sempat dibahas adalah mengaktifkan kembali lampu lalu lintas di bawah terowongan, namun belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *