Nasional

Dari Dapur Umum ke Balai Latihan, Kemnaker Salurkan Bantuan Rp30,3 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumbar

202
×

Dari Dapur Umum ke Balai Latihan, Kemnaker Salurkan Bantuan Rp30,3 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumbar

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, PADANG – Di halaman Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Padang, Kamis, 12 Februari 2026, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyerahkan bantuan senilai Rp 30,3 miliar bagi warga terdampak bencana di Sumatera Barat. Penyaluran bantuan itu menandai pergeseran fase penanganan: dari tanggap darurat menuju pemulihan ekonomi.

“Sekarang kita masuk ke fase yang lebih krusial, yaitu recovery ekonomi,” ujar Yassierli di hadapan peserta pelatihan dan perwakilan pemerintah daerah.

Paket bantuan tersebut tak hanya berbentuk uang tunai. Pemerintah membangun lima unit Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), menyediakan pelatihan vokasi dan sertifikasi bagi 5.008 warga, menggulirkan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk 100 orang, serta membuka 20 paket padat karya.

Selain itu, bantuan tunai diberikan kepada 125 warga terdampak, disertai pembangunan dua unit sumur bor dan mesin air untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Yassierli, bantuan ini merupakan kelanjutan dari aksi tanggap darurat yang telah dilakukan sebelumnya.

Pada akhir Desember lalu, relawan Kemnaker Peduli mendirikan dapur umum dan menyalurkan logistik. Kini, fokus diarahkan pada penguatan kapasitas kerja dan pemulihan mata pencaharian.

Untuk mempercepat proses tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan mengerahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di Pulau Sumatera. Balai pelatihan di Padang, Medan, hingga Banda Aceh dilibatkan sebagai simpul pelatihan dan pemberdayaan.

“Fase recovery ini tidak sebentar. Harapan kita ekonomi segera pulih dan masyarakat kembali berdaya,” katanya.

Sumatera Barat memang tak hanya membutuhkan perbaikan infrastruktur pascabencana, tetapi juga pemulihan produktivitas warganya.

Bagi sebagian keluarga, kehilangan tempat usaha atau lahan kerja berarti kehilangan sumber penghidupan.

Dalam konteks itu, pelatihan dan sertifikasi menjadi strategi untuk membuka peluang kerja baru atau mendorong usaha mandiri.

Yassierli menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga masyarakat disebutnya harus bergerak bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *