Sumatera Utara

Gubernur Sumut Buka Puasa Perdana Ramadan Bersama Korban Banjir Sorkam

171
×

Gubernur Sumut Buka Puasa Perdana Ramadan Bersama Korban Banjir Sorkam

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, TAPTENG – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau hunian warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis, 19 Februari 2026. Dalam kunjungan itu, ia sekaligus menggelar buka puasa perdana Ramadan bersama warga yang rumahnya rusak akibat bencana.

Sebelum menyambangi permukiman di Kelurahan Sorkam, Bobby lebih dulu meninjau bendungan yang rusak diterjang banjir.

Infrastruktur tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berfungsi mengairi areal persawahan masyarakat.

Didampingi Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Provinsi Sumut, serta perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bobby melihat langsung kondisi hunian warga.

Sejumlah keluarga diketahui membangun tempat tinggal sementara secara mandiri di sekitar tapak rumah mereka yang rusak berat.

Gubernur berdialog dengan warga dan memastikan skema bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi segera dijalankan.

“Kita manfaatkan dana yang tersedia untuk membantu membangun hunian tetap bagi Bapak/Ibu yang rumahnya rusak berat,” ujar Bobby.

Ia menyebut pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran bantuan sebesar Rp60 juta untuk kategori rumah rusak berat dengan skema pembangunan mandiri. Menurut dia, kehadirannya di lokasi untuk memastikan warga memperoleh haknya, terlebih pada bulan Ramadan.

Buka puasa digelar sederhana di salah satu hunian sementara milik warga. Kegiatan dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah.

Rangkaian kunjungan diakhiri dengan salat isya dan tarawih di Masjid Al-Azhar Sorkam Kiri.

Bobby juga menyempatkan diri menyapa jemaah dan membagikan bingkisan kepada anak-anak.

“Kami ingin mendatangi seluruh lokasi terdampak di Tapanuli Tengah. Semoga masyarakat tetap sabar dan kuat menghadapi musibah ini,” kata Bobby.

Pemerintah provinsi menargetkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian dapat segera berjalan agar warga terdampak dapat kembali menempati rumah yang layak.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *