Blitar Raya

Kafe GPJ Diduga Langgar Aturan Ramadhan, Warga Gaprang Blitar Resah

129
×

Kafe GPJ Diduga Langgar Aturan Ramadhan, Warga Gaprang Blitar Resah

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Bulan suci Ramadhan seharusnya menjadi waktu bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, mulai dari puasa di siang hari hingga tarawih dan tadarus di malam hari. Namun di tengah suasana yang seharusnya khusyuk itu, muncul keluhan warga terkait aktivitas sebuah kafe yang dinilai tidak menghormati bulan suci.

Keberadaan Kafe GPJ di Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar menuai protes warga.

Pasalnya, kafe tersebut diduga tetap beroperasi hingga dini hari selama Ramadhan dan disebut-sebut menjadi tempat pesta minuman keras yang meresahkan masyarakat sekitar.

Kafe yang berada tidak jauh dari permukiman warga itu juga diduga mengabaikan Surat Edaran Bupati Blitar yang melarang operasional tempat hiburan malam selama bulan Ramadhan.

Aturan tersebut diterbitkan untuk menjaga ketertiban wilayah sekaligus menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Di lapangan, kondisi yang terjadi justru sebaliknya. Berdasarkan keterangan warga, kafe tersebut masih buka hingga larut malam dengan dentuman musik keras yang kerap terdengar hingga ke rumah-rumah warga dan mengganggu aktivitas ibadah.

Salah seorang warga Gaprang yang enggan disebutkan namanya mengaku keberadaan kafe tersebut sangat mengganggu, terutama di bulan Ramadhan. Menurutnya, pada hari biasa warga mungkin tidak terlalu mempermasalahkan, namun situasi berbeda ketika banyak warga sedang melaksanakan tarawih dan tadarus.

Selain kebisingan, warga juga mengkhawatirkan aktivitas mabuk-mabukan di lokasi tersebut yang berpotensi memicu keributan. Mereka khawatir jika terjadi perkelahian atau gangguan keamanan, dampaknya justru dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kafe.

Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas jika memang ditemukan pelanggaran. Masyarakat hanya ingin suasana Ramadhan berlangsung tenang dan kondusif, sehingga ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk tanpa gangguan.(didik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *