Blitar Raya

Bolone Mase Jatim Turba Mataraman, Gen Z Diajak Jadi Garda Depan Lawan Hoaks

96
×

Bolone Mase Jatim Turba Mataraman, Gen Z Diajak Jadi Garda Depan Lawan Hoaks

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Arus informasi yang semakin deras di media sosial menjadi tantangan serius bagi generasi muda. Menjawab kondisi tersebut, Bolone Mase Indonesia Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur menggelar gerakan literasi digital bertajuk “Dialog Gen Z: Menolak Hoaks, Membangun Ruang Digital yang Sehat dan Produktif” melalui kegiatan Turun ke Bawah (Turba) yang menyasar wilayah Mataraman.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–6 Juni 2026 ini membentang dari Nganjuk hingga Ngawi dan menjangkau 14 kabupaten/kota lainnya, meliputi Kediri Raya, Trenggalek, Blitar Raya, Tulungagung, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Madiun Raya, hingga Bojonegoro.

Turba dipimpin langsung oleh Ketua Korwil Bolone Mase Indonesia Jawa Timur, Madjid Widigdo, bersama jajaran pengurus dan relawan di masing-masing daerah. Melalui forum dialog yang melibatkan generasi muda, Bolone Mase berupaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya literasi digital sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan disinformasi.

Madjid menegaskan bahwa Generasi Z memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas ruang digital karena merupakan kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial.

“Generasi Z merupakan kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Karena itu mereka harus menjadi pelopor dalam melawan hoaks, ujaran kebencian, serta disinformasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa. Melalui dialog ini, kami ingin menumbuhkan budaya bermedia sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan di era digital saat ini bukan hanya derasnya arus informasi, melainkan kemampuan masyarakat untuk memilah dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

“Hoaks dan informasi yang belum terverifikasi begitu mudah beredar melalui media sosial. Karena itu, peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat, khususnya anak muda, lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *