TERITORIAL24.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, berharap Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi II DPR RI mampu memberikan dampak positif terhadap pengelolaan dan pengembangan PT Bank Sumut ke depan.
Harapan tersebut disampaikan Bobby saat menerima kunjungan Komisi II DPR RI dalam rangka pengawasan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (1/4/2026).
Turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, para kepala daerah se-Sumut, serta jajaran pejabat terkait.
Dalam pertemuan itu, Bobby menegaskan bahwa BUMD, khususnya Bank Sumut, selama ini telah berjalan seiring dengan program pemerintah di tingkat pusat hingga daerah.
Ia menilai kunjungan ini dapat menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kinerja perusahaan daerah tersebut.
Menurutnya, Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih cenderung bergantung pada pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan dan memperoleh dividen.
Padahal, Sumatera Utara sebagai provinsi dengan 33 kabupaten/kota memiliki potensi fiskal yang besar untuk mendukung kemandirian BUMD.
“Ini menjadi kekuatan sekaligus catatan penting agar Bank Sumut mampu meningkatkan dividen dan menjadi perusahaan yang lebih mandiri,” ujar Bobby.
Ia juga mengakui bahwa posisi Bank Sumut saat ini masih berada di bawah sejumlah BPD di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Meski demikian, kinerjanya dinilai masih unggul dibandingkan BPD di wilayah Sumatera.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI yang juga Ketua Tim Kunker, Bahtra, menegaskan bahwa BUMD bukan sekadar entitas bisnis, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Ia mengungkapkan, sejumlah tantangan masih dihadapi BUMD, mulai dari aspek tata kelola, pengendalian internal, hingga kinerja perusahaan. Selain itu, pengelolaan kredit juga menjadi perhatian serius.
“Orientasinya harus jelas, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah,” kata Bahtra.












