TERITORIAL24.COM, MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berhasil memperjuangkan peningkatan alokasi dana dari pemerintah pusat untuk pemulihan pascabencana di Sumatera Utara hingga mencapai Rp23,32 triliun.
Anggaran tersebut tertuang dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) untuk periode 2026 hingga 2028, yang bersumber dari skema Transfer ke Daerah (TKD).
Bobby Nasution menjelaskan, dana tersebut akan digunakan secara bertahap selama tiga tahun guna mendukung pemulihan berbagai sektor terdampak bencana di Sumut.
“Rata-rata per tahun dana TKD mencapai Rp7,78 triliun dan akan digunakan secara bertahap selama tiga tahun. Ini merupakan upaya bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Pada tahun 2026, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,94 triliun, yang terdiri dari Rp6,5 triliun untuk kewenangan pusat dan Rp2,44 triliun untuk kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Sementara itu, pada 2027, alokasi anggaran mencapai Rp7,97 triliun, dengan rincian Rp4,62 triliun untuk pemerintah pusat dan Rp3,35 triliun untuk pemerintah daerah.
Sedangkan pada 2028, anggaran yang disiapkan sebesar Rp6,40 triliun, terdiri dari Rp2,07 triliun untuk kewenangan pusat dan Rp4,32 triliun untuk kewenangan provinsi.
Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan untuk pemulihan pascabencana di Sumut selama tiga tahun tersebut mencapai Rp23,32 triliun.
Bobby Nasution mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai daerah terdampak bencana di Sumatera Utara.
Ia menyebutkan, sejumlah wilayah mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana, mulai dari infrastruktur, fasilitas umum, permukiman warga, hingga lahan pertanian.
“Pemulihan pascabencana tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan perencanaan matang, mulai dari pemetaan lahan, relokasi, pembangunan kembali, hingga pemulihan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, rencana tiga tahun ini merupakan langkah realistis dalam memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkelanjutan.












