TERITORIAL24.COM, MEDAN — Lonjakan harga minyak goreng subsidi merek Minyakita di sejumlah pasar tradisional Kota Medan memicu keresahan masyarakat.
Produk yang semestinya dijual dengan harga terjangkau itu kini dibanderol hingga Rp22 ribu per liter, jauh di atas harga sebelumnya yang berkisar Rp15.700.
Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah meningkatnya harga sejumlah bahan pangan pokok lain sepanjang Mei 2026.
Kondisi itu dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah yang daya belinya mulai tertekan akibat kenaikan kebutuhan harian.
Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Sri Rezeki, mendesak Pemerintah Kota Medan segera turun ke pasar untuk melakukan inspeksi mendadak terhadap distribusi dan harga penjualan Minyakita.
Menurutnya, selisih harga yang terlalu tinggi berpotensi membuka ruang bagi praktik spekulasi di tingkat distribusi maupun penjualan.
“Saya menyarankan Pemko Medan segera melakukan peninjauan ke pasar-pasar. Jika selisih harga sudah terlalu jauh, kondisi ini sangat berisiko dimanfaatkan spekulan,” kata Sri Rezeki, Senin, 11 Mei 2026.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menilai pemerintah daerah tidak boleh bersikap pasif dan menunggu persoalan menjadi viral di media sosial sebelum mengambil tindakan.
Ia meminta Organisasi Perangkat Daerah terkait segera memetakan penyebab kenaikan harga dan mencari solusi konkret untuk menekan gejolak pasar.
Menurut dia, tekanan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat membuat pemerintah harus lebih cepat merespons persoalan kebutuhan pokok.
“Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Cari tahu penyebabnya dan apa solusinya. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang menjepit,” ujarnya.
Sri Rezeki mengatakan keluhan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, terus meningkat seiring sulitnya memperoleh minyak goreng subsidi dengan harga wajar. Ia menilai persoalan minyak goreng bukan hanya menyangkut kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berdampak luas terhadap harga makanan lain.
“Minyak goreng adalah kebutuhan penting di hampir setiap rumah tangga. Kalau harga minyak naik, tentu harga makanan yang menggunakan minyak juga ikut terdorong naik,” katanya.












