TERITORIAL24.COM, TULUNGAGUNG — Sebuah mobil listrik berpelat nomor AG 2024 DT mendadak menjadi pusat perhatian dalam agenda peresmian revitalisasi sarana pendidikan di SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5/2026).
Kendaraan futuristik tersebut tampil mencolok saat dikemudikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
Menariknya, mobil listrik itu bukan kendaraan dinas milik pejabat, melainkan hasil karya siswa SMKN 2 Tulungagung atau yang dikenal dengan sebutan SMKDuta. Penampilan mobil tersebut di hadapan para tamu undangan menjadi simbol pengakuan atas kemampuan inovasi teknologi pelajar asal Kota Marmer.
Mobil rakitan tahun 2024 itu lahir dari tangan-tangan kreatif siswa jurusan Ototronik, jurusan yang secara khusus mendalami sistem kelistrikan kendaraan modern. Jurusan ini bahkan disebut sebagai satu-satunya di Kabupaten Tulungagung yang fokus pada teknologi kendaraan listrik dan otomotif masa depan.
Kepala SMKN 2 Tulungagung, Endah Susilowati, menjelaskan bahwa mobil listrik tersebut bukan sekadar proyek pameran, melainkan media pembelajaran nyata bagi para siswa.
“Kami fokus pada penguatan kelistrikan otomotif. Mobil listrik AG 2024 DT adalah bukti bahwa anak-anak kami sanggup menjawab tantangan industri transportasi modern. Di Tulungagung, jurusan ini hanya ada di tempat kami,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Endah Susilowati, SMKDuta dikenal terus berkembang sebagai sekolah berbasis inovasi.
Meski dikenal low profile, ia dinilai berhasil membawa sekolah tersebut menorehkan berbagai prestasi dan terobosan di bidang otomotif dan teknologi terapan.
Tak hanya mengedepankan disiplin, sekolah ini juga diarahkan menjadi pusat pengembangan teknologi kendaraan masa depan.
“Visi kami adalah menjadikan SMKDuta sebagai jembatan langsung ke industri masa depan,” tambahnya.
Prestasi tersebut kini diperkuat dengan dukungan infrastruktur baru. Dalam agenda peresmian kolektif yang turut dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, SMKN 2 Tulungagung resmi menerima revitalisasi berupa pembangunan enam Ruang Kelas Baru (RKB).












