Daerah

Keripik Kulit Patin SMKN 1 Tulungagung Curi Perhatian Khofifah, Bukti Produk Vokasi Siap Tembus Pasar Premium

47
×

Keripik Kulit Patin SMKN 1 Tulungagung Curi Perhatian Khofifah, Bukti Produk Vokasi Siap Tembus Pasar Premium

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, TULUNGAGUNG – Kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Kamis (14/5/2026) menjadi momentum membanggakan bagi SMKN 1 Tulungagung.

Produk unggulan berupa keripik kulit patin hasil karya siswa sukses mencuri perhatian dan mendapat apresiasi langsung dari orang nomor satu di Jawa Timur tersebut.

Kunjungan ini sekaligus menjadi panggung pembuktian bahwa produk vokasi sekolah mampu bersaing di level premium dan memiliki potensi besar menembus pasar modern hingga internasional.

Inovasi Kuliner Siswa Naik Kelas

Kepala SMKN 1 Tulungagung, Ning Fadillah, mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan Gubernur Khofifah terhadap inovasi para siswa.

Menurutnya, keripik kulit patin bukan sekadar produk camilan, melainkan hasil nyata dari pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik melalui Program SIKAP.

“Kami sangat terharu Ibu Gubernur mengapresiasi keripik kulit patin karya anak-anak kami. Ini bukan sekadar camilan, tapi buah dedikasi siswa dalam Program SIKAP.

Kami memang melatih mereka untuk tidak hanya bisa memelihara ikan, tapi juga memberi nilai tambah agar produknya memiliki daya jual tinggi di pasar modern,” ujar Ning Fadillah.

Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi motivasi besar bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan memperluas pasar.

 

SMK Jadi Motor Kemandirian Generasi Muda

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa keberhasilan SMKN 1 Tulungagung menjadi contoh nyata pendidikan vokasi berbasis praktik yang berhasil mencetak lulusan siap kerja dan siap usaha.

“SMKN 1 Tulungagung ini sudah lama ingin dikunjungi Ibu Gubernur karena keberhasilannya. Peresmian revitalisasi fasilitas senilai miliaran rupiah di wilayah ini adalah bentuk komitmen kami.

SMK memang membutuhkan ruang praktik yang layak agar siswa lebih siap menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha,” tegas Aries.

Menurutnya, saat ini terdapat 97 sekolah di wilayah Mataraman yang menjalankan Program SIKAP sebagai upaya membangun keterampilan hidup dan mental kewirausahaan bagi siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *