Asahan - Tanjungbalai

Wali Kota Tanjungbalai Silaturahmi Bersama Jemaah Haji

62
×

Wali Kota Tanjungbalai Silaturahmi Bersama Jemaah Haji

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara bertemu jemaah haji kloter 11 asal Kota Tanjungbalai, yang berada di Syare Manshur, Hotel Wehdah Hussein Mumtaz, Sektor 6, Makhtab 602, Arab Saudi.(Ist/ham)

TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kunjungan Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara bertemu jemaah haji kloter 11 asal Kota Tanjungbalai, yang berada di Syare Manshur, Hotel Wehdah Hussein Mumtaz, Sektor 6, Makhtab 602, Arab Saudi.

“Alhamdulillah seluruh jemaah haji Kota Tanjungbalai sehat tanpa ada kendala yang berarti dalam melaksanakan ibadah haji tahun 2026/1447H ini,” ungkap Wali Kota saat bertemu ramah dengan para jemaah, Rabu (3/6/2026) malam waktu Arab Saudi

Kehadiran Wali Kota Mahyaruddin Salim disambut penuh rasa syukur oleh para jemaah haji Kota Tanjungbalai terdiri dari 129 jemaah ditambah 1 Ketua Kloter Fadlin Gea yang merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Nias Selatan yang tengah bersiap menghadapi puncak ibadah haji.

Wali Kota Mahyaruddin berharap para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan penuh rasa syukur, serta menjadi ladang amal bagi para jamaah dan keluarga.

Saat mendengar cerita dari bapak/ibu saya, banyak masukan yang menjadi bahan evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun depan dan harapan jemaah tentu beragam, jelasnya

Melaksanakan haji bukan persoalan mau saja karena panggilan Allah menunaikan rukun islam yang ke 5 namun, perlu di pahami rangkaian ibadah haji hanya satu kali dalam setahun jangan sampai batal karena saat ini daftar tunggu reguler 25 sampai dengan 30 tahun.

“Maka perlu fisik yang sehat karena aturan di Arab Saudi sewaktu waktu dapat berubah-ubah yang mewajibkan para jemaah berjalan bahkan kadang harus melakukan perjalanan berkilo meter karena ada rukun haji yang wajib dikerjakan sendiri atau wajib haji,” katanya.

“Kalau wajib haji bisa digantikan oleh orang lain istilahnya banyar denda (DAM) pada puncak haji yang sangat berat Armuzna Mabit Arafah,” sebut Wali Kota.

Menurutnya, stamina jemaah harus benar-benar dijaga karena pelaksanaan puncak ibadah haji sangat membutuhkan tenaga yang cukup besar dan peraturan di Arab Saudi yang sewaktu-waktu berubah

“Jamaah harus tetap bahagia, banyak bersyukur, makan dan minum yang cukup serta menjaga kesehatan. Jangan terlalu memaksakan diri karena perjalanan ibadah masih panjang bermalam di Arafah, Musdalifah dan mabit di Mina,” katanya saat bertemu jemaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *