Lanjut Wali Kota, pada saat mengambil batu Musdalipah, bermalam di tenda di Mina dan Jamarot melontar Jumrah Ula, Wustha, lalu Aqabah dimulai 8 Zulhijah sampai dengan 12 Zulhijah nyaitu napar awal atau napar sani ditutup dengan tawaf ifadah lalu sa’i dan Tahallul di Masjidilharam (Makkah) dan semua itu sudah di lewati jemaah haji asal Tanjungbalai.
“Mudah-mudahan mendapat haji yang mabrur dan mabruroh, Aamiin Ya Rabbal Alamin,” paparnya
“Tentunya dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan haji ada kekurangan dan kelemahan baik dari Pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat, kami mohon dimaafkan,” ucap Wali Kota Tanjungbalai.
“Saya juga mendengar di Mina, para jemaah Tanjungbalai tidak mendapatkan tempat tidur yang sebelumnya telah diarahkan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dilokasi tersebut dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Begitu juga halnya dengan minimnya fasilitas toilet, hal ini juga akan menjadi perhatian dan evaluasi kita ke depannya,” sambungnya.
“Untuk itu, ke depan kami akan mempersiapkan segala sesuatunya terutama melakukan kordinasi dan komunikasi yang intens dengan Kementerian Haji dan Umrah Kota Tanjungbalai dalam mengevaluasi hal-hal yang terjadi tahun ini sehingga pelaksanaannya pada tahun depan semakin baik,” harap Wali Kota Mahyaruddin Salim.
Di akhir pertemuan, Wali Kota Mahyaruddin mendoakan agar seluruh jemaah asal Kota Tanjungbalai senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan hingga kembali nantinya ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah tanpa kekurangan sedikit apapun, pungkasnya
Sebagai informasi, Jemaah Haji Kota Tanjungbalai tergabung dalam kloter 11 Embarkasi Medan, Sumatera Utara dijadwalkan tiba di tanah air sabtu malam (13/6/2026) melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang.
Seluruh jemaah akan diterima langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai bersama Forkopimda beserta keluarga di Alun Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Minggu pagi (14/6/2026)
Berdasarkan laporan dari Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tanjungbalai, H. Abdullah Syadad, tahun ini jemaah haji Kota Tanjungbalai yang akan menjalankan ibadah haji berjumlah 133 orang, namun jelang keberangkatan mengalami perubahan menjadi 130 orang ditambah 1 orang Ketua Kloter.












