Hukum & Kriminal

Polres Dairi Bongkar Drama Begal Rp297 Juta, Ternyata Uang Perusahaan Habis untuk Judi Online

103
×

Polres Dairi Bongkar Drama Begal Rp297 Juta, Ternyata Uang Perusahaan Habis untuk Judi Online

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, DAIRI – Misteri kasus pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Dairi akhirnya terungkap.

Setelah melakukan penyelidikan mendalam, Satreskrim Polres Dairi berhasil membongkar fakta mengejutkan di balik laporan perampokan uang perusahaan senilai Rp297 juta yang sebelumnya viral di media sosial.

Alih-alih menjadi korban begal, pria berinisial WG justru ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menggelapkan uang milik perusahaan tempatnya bekerja dan menghabiskannya untuk bermain judi online.

Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, dalam konferensi pers yang digelar Rabu (10/6/2026), mengungkapkan bahwa kasus tersebut merupakan rekayasa yang dibuat WG untuk menutupi perbuatannya setelah uang perusahaan yang dipercayakan kepadanya habis digunakan berjudi.

“Yang bersangkutan mendapat tugas dari pimpinannya untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perusahaan. Namun uang tersebut justru digunakan untuk bermain judi online,” ujar AKBP Otniel.

 

Skenario Begal yang Viral

 

Awalnya, WG melaporkan dirinya menjadi korban pembegalan oleh tiga orang tak dikenal di Jalan Sumbul-Karo, Desa Palding Jaya, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi.

Dalam laporannya, ia mengaku dipukul menggunakan balok kayu hingga mengalami luka di wajah. Selain itu, tas berisi uang perusahaan sebesar Rp297 juta, laptop, telepon genggam, hingga sejumlah barang berharga lainnya disebut dibawa kabur para pelaku.

WG bahkan melaporkan total kerugian mencapai Rp343,49 juta, termasuk buku tabungan, dompet berisi uang tunai, dokumen pribadi, dan perhiasan emas.

Laporan tersebut sempat menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

 

Polisi Temukan Kejanggalan

 

Namun, kerja keras tim gabungan Satreskrim Polres Dairi dan Polsek Tigalingga menemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan korban.

Salah satu temuan penting adalah keberadaan tas yang disebut dirampok. Tas tersebut justru ditemukan di aliran Sungai Lae Renun lengkap dengan laptop dan beberapa telepon genggam di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *