Kota Medan

Lapor Pak Walikota, Kepala Puskesmas Glugur Darat Tidak Berada di Kantor, Warga Datang Urus Rujukan Malah Dibikin Muter-muter

109
×

Lapor Pak Walikota, Kepala Puskesmas Glugur Darat Tidak Berada di Kantor, Warga Datang Urus Rujukan Malah Dibikin Muter-muter

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Mengurus administrasi kesehatan kadang memang membutuhkan kesabaran. Namun, bagi Akbar, warga Jalan Gaharu, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, kesabaran itu seperti diuji berkali-kali saat mendatangi UPT Puskesmas Glugur Darat, Jalan Pendidikan, Medan Timur.

Akbar mengaku datang ke puskesmas pada Senin lalu untuk mengurus surat rujukan ke RSU Haji.

Namun, niatnya tersebut kandas lantaran petugas yang menangani urusan BPJS disebut sudah pulang, padahal waktu masih menunjukkan sekitar pukul 14.40 WIB.

“Hari Senin saya sudah datang ke Puskesmas, namun petugas yang berhubungan dengan BPJS sudah pulang padahal masih pukul 14.40 WIB,” kata Akbar, Rabu (17/6/2026).

Menurut Akbar, petugas loket kemudian menyarankan agar dirinya kembali datang pada Rabu. Harapannya sederhana, urusan rujukan yang tertunda bisa segera selesai.

Sayangnya, harapan itu kembali mentok. Setibanya di puskesmas, ia mendapat informasi bahwa petugas yang menangani urusan tersebut tidak masuk karena sakit.

“Petugas yang bersangkutan tidak hadir lantaran sakit,” ujar Akbar menirukan penjelasan yang diterimanya dari petugas di loket 2.

Akibatnya, proses pengurusan rujukan kembali tertunda. Akbar pun mencoba mencari jalan keluar dengan menanyakan keberadaan Kepala Puskesmas Glugur Darat.

Namun, jawaban yang diterimanya tak jauh berbeda. Sejumlah staf dan petugas menyebut kepala puskesmas sedang mengikuti rapat. Mereka juga mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi kegiatan tersebut.

Situasi ini membuat Akbar kecewa. Sebab, menurutnya, pelayanan kesehatan semestinya tidak bergantung pada satu orang saja, terlebih ketika masyarakat membutuhkan akses rujukan untuk berobat.

Keluhan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan publik sering kali bukan hanya soal gedung yang megah atau slogan yang terpampang di dinding.

Pada akhirnya, yang paling diingat masyarakat adalah apakah mereka dilayani dengan mudah atau justru diminta datang lagi, datang lagi, dan pulang dengan urusan yang masih menggantung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *