Religi

Ustadz Yanda Hardiyansah Sampaikan Khutbah MBG di Bajenis

155
×

Ustadz Yanda Hardiyansah Sampaikan Khutbah MBG di Bajenis

Sebarkan artikel ini

Khutbah Jumat di Masjid Baitus Sajidin Durian menekankan penerapan Muraqabatullah, Birrun, dan Ghirah sebagai fondasi pembentukan karakter hamba Allah yang sejati

Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md, S.Pd menekankan pentingnya Program MBG, yakni Muraqabatullah, Birrun, dan Ghirah untuk membentuk karakter hamba Allah yang sejati di era modern(Istimewa)

TERITORIAL24.COM,TEBING TINGGI – Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md, S.Pd menyampaikan khutbah Jumat mengenai Program MBG di Masjid Baitus Sajidin, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, Jumat(3/7/2026).

Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya Program MBG, yakni Muraqabatullah, Birrun, dan Ghirah untuk membentuk karakter hamba Allah yang sejati di era modern.

Kegiatan ibadah ini dihadiri oleh jamaah setempat yang memadati seluruh area utama masjid dengan tertib.

Hakikat Penciptaan Manusia dan Esensi Ibadah

Ustadz Yanda Hardiansyah mengawali khutbahnya dengan mengingatkan kembali landasan filosofis serta tujuan utama penciptaan manusia serta jin di atas bumi.

Merujuk pada dalil Al-Qur’an Surah Az-Zariyat Ayat 56, ia menegaskan bahwa setiap detak kehidupan manusia mutlak diperuntukkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Ustadz Yanda Hardiyansah mengetuk hati jamaah Masjid Baitus Sajidin agar secara konsisten mengaplikasikan Program MBG tersebut dalam kehidupan sehari-hari

Ia menjabarkan bahwa rutinitas harian seperti bekerja, menuntut ilmu, hingga tolong-menolong wajib diniatkan secara ikhlas guna mencari ridha Ilahi.

Tiga Pilar Utama dalam Program MBG

Guna mewujudkan predikat hamba sejati, Ustadz Yanda Hardiyansah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan implementasi nyata dari konsep Program MBG.

Pilar pertama adalah Muraqabatullah, sebuah kondisi psikologis spiritual di mana seorang Muslim senantiasa merasa diawasi secara langsung oleh Allah SWT.

Perasaan ini diyakini mampu membentengi lisan, pandangan, serta hati seseorang dari segala potensi tindakan maksiat maupun kelalaian duniawi.

Pilar kedua yaitu Birrun, yang bermakna komitmen kuat untuk memperbanyak aksi kebajikan nyata di tengah lingkungan sosial.

Langkah konkret ini diutamakan melalui gerakan bakti kepada orang tua atau birrul walidain, disusul kepedulian pada tetangga serta kelestarian alam sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *