TERITORIAL24.COM, TULUNGAGUNG – Ratusan petani binaan Tani Merdeka di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar tradisi Slametan Wiwit sebagai penanda dimulainya panen raya padi. Tradisi yang sarat nilai budaya dan spiritual ini tak hanya menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, tetapi juga menjadi momentum bagi para petani untuk menyampaikan aspirasi strategis demi kemajuan sektor pertanian nasional.
Suasana penuh kekeluargaan tampak di area persawahan Kalidawir saat para petani datang membawa tumpeng, ingkung ayam, serta aneka jajanan pasar. Acara diawali dengan doa bersama dan istigasah sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang baik pada musim tanam kali ini.
Tradisi tahunan tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung. Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin turun langsung ke sawah melakukan pemotongan padi perdana sebagai simbol dimulainya panen raya.
Ahmad Baharudin mengapresiasi masyarakat yang terus melestarikan tradisi Slametan Wiwit di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kearifan lokal yang berpadu dengan semangat kerja keras para petani menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil bumi. Pemerintah daerah akan terus berkomitmen mendampingi petani melalui penyediaan sarana dan prasarana serta menjaga stabilitas sektor pertanian di Tulungagung,” ujar Ahmad Baharudin.
Usai prosesi panen simbolis dan makan bersama atau kembul bujana, para petani yang tergabung dalam jaringan binaan Tani Merdeka menyampaikan aspirasi mereka. Melalui Ketua DPD Tani Merdeka Tulungagung, Moch Ervan Ari Wibowo, mereka secara terbuka mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Tani Merdeka, Don Muzakir, untuk dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian.












