Berita Utama

KAI Perkuat Peran Stasiun Belawan sebagai Gerbang Logistik Sumatera Utara

86
×

KAI Perkuat Peran Stasiun Belawan sebagai Gerbang Logistik Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini

BELAWAN I TERITORIAL24.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai gerbang logistik strategis yang terintegrasi langsung dengan kawasan pelabuhan di Sumatera Utara.

Komitmen tersebut mengemuka saat KAI Divre I Sumut mendampingi kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) ke Stasiun Belawan, Senin (31/8/2026).

Kunjungan yang dipimpin oleh Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infra, Hermin Esti Setyowati, dilakukan untuk meninjau potensi serta kesiapan sarana-prasarana perkeretaapian sebagai tulang punggung logistik daerah.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa Stasiun Belawan memegang posisi vital dalam menjamin kelancaran arus barang, distribusi komoditas, hingga penanganan petikemas yang terhubung dengan aktivitas kepelabuhanan.

“Stasiun Belawan memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan logistik. Keberadaan layanan angkutan barang melalui kereta api menjadi bagian penting dari konektivitas distribusi komoditas dan petikemas di Sumatera Utara,” ujar Anwar di Medan, Senin.

Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, hingga Agustus 2026, angkutan barang melintasi Stasiun Belawan mencatatkan volume bongkaran hingga 27.460 ton crude palm oil (CPO) dan 537 ton lateks dari berbagai pabrik perkebunan menuju pelabuhan.

Sementara itu, untuk angkutan peti kemas tercatat melayani sebanyak 18.636 twenty-foot equivalent unit (TEUs), dengan rincian 12.773 TEUs untuk muat dan 5.863 TEUs bongkar.

Khusus untuk volume muat peti kemas, terjadi lonjakan signifikan hingga 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 6.974 TEUs.

“Distribusi peti kemas yang diangkut dari Stasiun Belawan menyuplai simpul-simpul ekonomi daerah, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, turut menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara,” ungkap Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *