Selain menjadi simpul logistik, Stasiun Belawan juga memiliki nilai historis dalam layanan angkutan penumpang sebagai pemadu moda transportasi laut menuju pusat Kota Medan.
Kereta api penumpang terakhir yang beroperasi di lintas tersebut adalah KA Srilelawangsa relasi Medan–Belawan, sebelum dihentikan operasionalnya pada 2010 akibat penurunan volume peminat.
Terkait hal tersebut, KAI siap mendukung dilakukannya peninjauan dan kajian komprehensif bersama pemangku kepentingan untuk melihat potensi reaktivasi maupun pengembangan angkutan penumpang di masa mendatang.
“Pengembangan layanan perkeretaapian tentu membutuhkan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, pola perjalanan, kesiapan prasarana, serta aspek operasional. KAI siap mendukung koordinasi dan kajian teknis untuk mengoptimalkan potensi konektivitas serta memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai pusat integrasi logistik maupun angkutan penumpang di Sumatera Utara,” tutup Anwar.(Anggi)












