TERITORIAL24.COM,PELALAWAN – Pengurus Daerah Ikatan Dai Indonesia (PD Ikadi) Kabupaten Pelalawan menegaskan komitmennya memperluas jangkauan dakwah hingga ke tingkat desa.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi atau syaitoroh tandzimiyah, sekaligus memastikan aktivitas dakwah tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di pelosok Kabupaten Pelalawan.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan silaturahmi Penasehat PD Ikadi Pelalawan, Muh Taufik HS, S.Ag., CWC, bersama dua tokoh yang selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap perkembangan dakwah di Pelalawan, yakni Ustaz H. Sudur, Kepala KUA Pangkalan Kerinci, dan Ustaz H. Moh. Rais, Kepala Kemenag Pelalawan periode 2020 serta pernah menjadi calon Wakil Bupati Pelalawan.
Pertemuan berlangsung hangat di RM Dewi Ujung Akasia, Pangkalan Kerinci, Jumat (4/9/2026).
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan dakwah sekaligus membahas arah pengembangan dakwah di Kabupaten Pelalawan.
Dalam kesempatan itu, Muh Taufik HS menyerahkan Buku Dakwah secara simbolis kepada kedua tokoh senior tersebut.
Penyerahan buku itu menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam perjalanan perkembangan dakwah di Pelalawan.
«“Kedua tokoh ini adalah anak bangsa yang tahu betul dinamika dan akar perkembangan dakwah di Pelalawan sejak awal. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali arah gerak dakwah kita ke depan,” ujar Muh Taufik.»
Menembus Batas Geografis
Kabupaten Pelalawan memiliki wilayah yang luas dengan 12 kecamatan. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam memperluas aktivitas dakwah secara merata.
Sejumlah wilayah yang berada cukup jauh dari pusat pemerintahan, termasuk Kuala Kampar dan Teluk Meranti, memiliki karakter geografis dan akses yang membutuhkan perhatian lebih dalam pengembangan kegiatan dakwah.
Karena itu, PD Ikadi Pelalawan memandang penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi langkah strategis.












