Religi

Ceramah URB di Masjid Raya Tebing Tinggi Soroti Palestina dan Peran Indonesia di Masa Depan ‎

180
×

Ceramah URB di Masjid Raya Tebing Tinggi Soroti Palestina dan Peran Indonesia di Masa Depan ‎

Sebarkan artikel ini

URB mengaitkan sejumlah riwayat tentang kejayaan umat Islam dengan Indonesia sebagai “Negeri Merah Putih” dan menyampaikan pandangan tentang potensi peran Indonesia dalam perjuangan Palestina.

‎TERITORIAL24.COM,TEBING TINGGI – Safari dakwah Ustadz Rahmad Baequni (URB) di Masjid Raya Kota Tebing Tinggi, Sabtu malam, 5 September 2026, mengangkat sejumlah tema keislaman, mulai dari persoalan Palestina, persatuan umat hingga pandangan mengenai peran Indonesia pada masa mendatang.

‎Dalam ceramahnya, URB menyampaikan pandangan dan penafsiran keagamaan yang mengaitkan Indonesia sebagai “Negeri Merah Putih” dengan sejumlah riwayat mengenai kejayaan umat Islam yang terbentang dari Timur hingga Barat.

‎Salah satu hadis yang dikutip adalah riwayat dari Tsauban yang tercantum dalam Shahih Muslim, mengenai Nabi Muhammad SAW yang diperlihatkan bagian Timur dan Barat bumi serta diberi “dua simpanan”, yakni merah dan putih.

‎Menurut URB, istilah “merah dan putih” dalam sejumlah penjelasan ulama tidak harus dimaknai secara literal sebagai warna bendera tertentu.

Namun, dalam ceramah tersebut, ia mengaitkannya dengan Indonesia yang memiliki bendera Merah Putih.

‎Istilah “Negeri Merah Putih” kemudian digunakan URB untuk menjelaskan pandangannya mengenai posisi Indonesia dalam perkembangan umat Islam dan persoalan Palestina.

‎URB menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia berpotensi memainkan peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Palestina pada masa mendatang.

‎Pernyataan tersebut disambut antusias oleh jamaah yang hadir. Pekikan “Allahu Akbar” terdengar ketika URB membahas harapan terhadap peran Indonesia dan perjuangan Palestina.

‎Hadis dan Tafsir tentang Akhir Zaman

‎Dalam ceramahnya, URB juga mengaitkan pembahasan dengan sejumlah riwayat mengenai dinamika umat Islam pada masa akhir zaman.

‎Ia menyampaikan hadis yang menggambarkan adanya potensi konflik internal di tengah umat Islam.

Menurut URB, pesan yang dapat diambil dari riwayat tersebut adalah pentingnya introspeksi dan menjaga persatuan agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik yang justru melemahkan umat.

‎URB kemudian menghubungkan pembahasan tersebut dengan sejumlah riwayat yang dalam literatur keislaman dikaitkan dengan Al-Mahdi dan tanda-tanda akhir zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *