Deli Serdang - Serdang Bedagai

‎Pasar Jamur Tiram Terbuka Lebar, Petani Sei Mencirim Akui Kewalahan Layani Order MBG

46
×

‎Pasar Jamur Tiram Terbuka Lebar, Petani Sei Mencirim Akui Kewalahan Layani Order MBG

Sebarkan artikel ini

Permintaan pasar, termasuk kebutuhan pangan untuk program MBG, dinilai membuka peluang pengembangan usaha jamur tiram sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat Desa Sei Mencirim.

Potensi budidaya jamur tiram semakin terbuka seiring munculnya permintaan dari berbagai kebutuhan pangan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)(Foto:Ist)

TERITORIAL24.COM|‎DELI SERDANG – Tingginya permintaan pasar menjadi peluang bagi masyarakat Desa Sei Mencirim untuk mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai usaha produktif.

Potensi tersebut semakin terbuka seiring munculnya permintaan dari berbagai kebutuhan pangan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Melihat peluang tersebut, PLN UID Sumatera Utara bersama Yayasan Sahabat Kebaikan, Pemerintah Desa Sei Mencirim, dan petani jamur tiram mendorong pengembangan budidaya jamur melalui sebuah program pemberdayaan masyarakat.

‎Program tersebut dilaunching di Desa Sei Mencirim, Senin (7/9/2026), dengan dihadiri Kepala Desa Sei Mencirim Johan Wahyu, Manajer Komunikasi dan PJSL PLN UID Sumatera Utara Darma Saputra, perwakilan Yayasan Sahabat Kebaikan Wira Putra, serta para petani jamur tiram.

‎Kepala Desa Sei Mencirim Johan Wahyu mengatakan program tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang memanfaatkan potensi ekonomi lokal.

‎“Program pemberdayaan masyarakat melalui sektor ketahanan pangan adalah wujud kerja nyata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Johan.

‎Menurutnya, budidaya jamur tiram dapat menjadi alternatif usaha yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Ia berharap program tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

‎Manajer Komunikasi dan PJSL PLN UID Sumatera Utara Darma Saputra mengatakan, PLN ingin mengambil bagian dalam upaya menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan.

‎“Kehadiran PLN di tengah-tengah masyarakat tidak hanya untuk menerangi, tapi juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Darma.

‎Ia berharap budidaya jamur tiram dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang mampu memberikan kesempatan kerja dan sumber penghasilan bagi masyarakat di desa.

‎“Program seperti ini harus terus didorong untuk bisa berkembang agar masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan di desa-desa,” tambahnya.

‎Wira Putra dari Yayasan Sahabat Kebaikan menyampaikan bahwa dukungan terhadap program tersebut diharapkan dapat berlanjut hingga tahap pengembangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *