Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan kolaborasi dan pendampingan secara berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang sudah hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan dampak. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan launching, tetapi terus berkembang sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Ridwan yang mewakili petani jamur tiram mengungkapkan bahwa peluang pasar komoditas tersebut cukup besar. Permintaan yang ada bahkan belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh petani.
“Bertani jamur memiliki potensi yang sangat besar. Banyak dari kita yang menerima orderan MBG, tapi kita tidak sanggup untuk memenuhinya,” jelas Ridwan.
Ia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas produksi agar petani mampu memenuhi permintaan pasar secara lebih optimal.
“Untuk itu perlu optimalisasi dalam budidaya jamur tiram ini agar potensinya untuk hadir sebagai solusi pendapatan masyarakat bisa menjadi nyata,” katanya.
Pengembangan budidaya jamur tiram di Sei Mencirim diharapkan dapat menjawab peluang pasar sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dengan peningkatan kapasitas produksi, kualitas, manajemen, dan pemasaran, komoditas tersebut berpotensi menjadi salah satu usaha produktif yang menopang perekonomian desa.***












