Blitar Raya

Exotic Carnival 2026 Sawentar, Saat Budaya dan Sound Horeg Berpadu

60
×

Exotic Carnival 2026 Sawentar, Saat Budaya dan Sound Horeg Berpadu

Sebarkan artikel ini

BLITAR I TERITORIAL24.COM — Suasana Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, berubah semarak pada Minggu (27/9) malam.

Ribuan pasang mata tertuju pada Sawentar Exotic Carnival 2026, sebuah perhelatan yang memadukan kreativitas budaya daerah dengan kemeriahan puluhan sound system dan audio horeg.

Bukan sekadar karnaval, gelaran yang diinisiasi pemuda desa Sawentar tersebut menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, komunitas, dan industri kreatif audio.

Peserta tampil dengan beragam konsep dan kreativitas, sementara iringan sound system menghadirkan atmosfer berbeda di sepanjang jalur karnaval.

Sejumlah sound system yang dikenal di kalangan pecinta audio turut ambil bagian. Di antaranya Brewog Elektronik, HPS Audio Blitar, XA Blenk Audio, Gerbong Family, serta OCR Linggar Jati Audio Sound & Lighting. Grup audio dan komunitas pendukung dari wilayah lokal maupun berbagai daerah di Jawa Timur juga ikut meramaikan acara.

Dentuman musik dari perangkat audio menjadi salah satu daya tarik utama. Puluhan sound system dengan karakter, konsep, dan tampilan masing-masing bergerak mengiringi peserta menyusuri rute karnaval.

Namun, kemeriahan tersebut tidak hanya bertumpu pada kekuatan audio. Perpaduan budaya dan kreativitas masyarakat menjadi ruh utama Exotic Carnival 2026. Berbagai penampilan peserta menjadikan jalan desa seolah berubah menjadi panggung terbuka yang mempertemukan unsur tradisi dengan hiburan kekinian.

Ketua panitia Farid menyampaikan bahwa Exotic Carnival dirancang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai wadah berkumpulnya masyarakat, komunitas, pelaku sound system, dan para penggemar audio.

“Exotic Carnival ini bukan hanya tontonan, tetapi ini merupakan perpaduan budaya daerah dan juga menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat dan para penggemar sound horeg. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi hiburan sekaligus mempererat kebersamaan,” ujar Farid.

Karnaval menempuh rute sekitar 3 kilometer. Peserta diberangkatkan dari SDN Sawentar 1, kemudian bergerak menyusuri jalur yang telah ditentukan hingga garis finis di Warung Ndeso Lesehan, Sambong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *