Berita Utama

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Terima Audiensi HMTN-MP, Bahas Ketahanan Pangan dan Persoalan Lahan

100
×

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Terima Audiensi HMTN-MP, Bahas Ketahanan Pangan dan Persoalan Lahan

Sebarkan artikel ini

RIAU | TERITORIAL24.COM — Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.AP., M.M., CHRMP menerima audiensi rombongan keluarga besar Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN-MP) bersama Satgas Nasional HMTN-MP, Senin (28/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal terkait ketahanan pangan serta kondisi masyarakat tani, khususnya persoalan lahan yang menjadi perhatian HMTN-MP di wilayah Riau.

Dalam kesempatan itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menyambut baik kunjungan HMTN-MP dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI dengan masyarakat petani dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kunjungan HMTN-MP dan Satgas Nasional Bapak Budi Ilham Nasution ke Kodam Tambusai ini,” ujar Pangdam.

Menurut Agus Hadi Waluyo, program ketahanan pangan yang menjadi salah satu agenda pemerintah terus didorong hingga ke pelosok desa.

Karena itu, keberadaan organisasi masyarakat tani diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

“Sesuai program dari Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan yang terus kita lakukan sampai ke pelosok desa. Melalui HMTN-MP ini kita harapkan petani bisa terbantu dan masyarakat tani akan lebih sejahtera,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Pangdam didampingi Asisten Intelijen (Asintel) XIX/Tuanku Tambusai.

Sementara itu, Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution didampingi Ketua DPP HMTN-MP Asril Naska menyampaikan apresiasi atas sambutan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai.

Budi menyebut audiensi tersebut merupakan kunjungan pertama HMTN-MP ke Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Ia menilai pertemuan berlangsung positif dan membuka ruang kolaborasi antara TNI dan masyarakat tani.

“Artinya, sambutan Pangdam kepada kita sangatlah positif. Terima kasih atas sambutan Bapak Pangdam Tambusai,” ujar Budi.

Budi bersama Asril juga menyampaikan adanya persoalan lahan yang menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah Riau.

Menurut mereka, terdapat lahan yang telah digarap dan ditanami masyarakat, namun kemudian muncul penguasaan oleh perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *