MEDAN I TERITORIAL24.COM – Stasiun Bandar Tinggi di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, memegang peran penting dalam sejarah dan masa depan sistem perkeretaapian daerah. Beroperasi sejak tahun 1915 bersamaan dengan diresmikannya jalur kereta api segmen Tebing Tinggi–Kisaran, stasiun kelas III di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara ini sejak 2018 bertransformasi menjadi titik awal percabangan jalur kereta api menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa pengembangan Stasiun Bandar Tinggi dilakukan seiring dengan pembangunan jalur logistik berbasis rel menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.
“Stasiun Bandar Tinggi memiliki peran tersendiri karena berada di lintas utama Medan–Tebing Tinggi–Kisaran sekaligus menjadi titik percabangan menuju Kuala Tanjung. Keberadaan jalur sepanjang 21,5 kilometer spoor (kmsp) tersebut memperluas fungsi stasiun, dari yang semula melayani perjalanan masyarakat kini juga memperkuat rantai logistik angkutan barang,” ujar Anwar.
Jalur percabangan ini terintegrasi langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei hingga Pelabuhan Kuala Tanjung. Keberadaan jaringan ini memberikan efisiensi distribusi produk industri dan menawarkan alternatif moda angkutan barang yang andal dari pusat produksi menuju simpul logistik dan perdagangan pelabuhan.
Di sektor pelayanan penumpang, Stasiun Bandar Tinggi tetap aktif melayani naik dan turun pelanggan untuk moda KA Putri Deli serta KA Datuk Blambangan. Masyarakat di wilayah Simalungun maupun Batu Bara dapat memanfaatkan moda rel ini untuk mobilitas harian.
Mobilitas penumpang melalui Stasiun Bandar Tinggi terus menunjukkan tren positif, perannya kian vital mendukung pergerakan masyarakat sekaligus titik bangkitan ekonomi bagi warga sekitar. Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, stasiun ini tercatat melayani 31.003 pelanggan yang terdiri dari 15.531 penumpang naik dan 15.472 penumpang turun. Capaian tersebut tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatatkan 26.628 pelanggan.












