Religi

Ratusan Wali Santri Padati Masjid Jami’ Darul Ihsan, Sukseskan Agenda Parenting Sinergi Cinta Pesantren IBS Riau

134
×

Ratusan Wali Santri Padati Masjid Jami’ Darul Ihsan, Sukseskan Agenda Parenting Sinergi Cinta Pesantren IBS Riau

Sebarkan artikel ini

Pesantren IBS Kampus 1 menguatkan sinergi orang tua dan pesantren melalui pola asuh penuh cinta, keteladanan, dan kehadiran nyata bagi anak.

Ustadz Muh Taufik HS saat menyampaikan materi parenting kepada para wali santri Pesantren IBS Kampus 1(Ist)

KUBANG, SIAK HULU | TERITORIAL24.COM – Ratusan wali santri memadati Masjid Jami’ Darul Ihsan IBS, Kubang, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (3/10/2026). Kehadiran para orang tua tersebut menjadi bagian dari agenda parenting bertajuk “Sinergi Cinta Pesantren” yang digelar Pesantren IBS Kampus 1.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu menjadi ruang bagi pesantren dan orang tua untuk memperkuat sinergi dalam mendampingi tumbuh kembang serta pendidikan karakter para santri.

Agenda tersebut menghadirkan Ustadz Muh Taufik HS, S.Ag., CWC, selaku Ketua Dewan Pengawas Yayasan Wakaf Islam Riau (YWIR) IBS sekaligus Kabid BPI Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Riau, sebagai narasumber utama.

Materi mengenai cinta dalam parenting turut disampaikan Kiai Desnedi, S.S., Gr., sementara jalannya acara dimoderatori Ustadz Rio Desra Domo, S.Psi., M.H.

Mendidik Anak dengan Cinta

Dalam pemaparannya, Ustadz Muh Taufik yang dikenal sebagai penulis dan trainer nasional mengangkat tema “Membangun Sinergi Cinta antara Pesantren dan Rumah.”

Ia menekankan bahwa mendidik anak dengan cinta bukan sekadar memberikan fasilitas, tetapi menghadirkan perhatian, sentuhan kasih sayang, keteladanan, serta kehadiran orang tua secara nyata dalam kehidupan anak.

Menurutnya, anak harus dipandang sebagai aset peradaban yang kelak memiliki peran penting bagi umat, bangsa, dan negara.

Ia juga mengutip nasihat Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengenai besarnya tanggung jawab orang tua dalam memberikan pendidikan yang bermanfaat bagi anak.

“Barangsiapa di antara orang tua yang mengabaikan pengajaran yang bermanfaat bagi anaknya dan membiarkannya begitu saja, maka sesungguhnya dia telah melakukan kerusakan yang fatal atas masa depan anak tersebut,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Hadir Bukan Sekadar Memberi

Ustadz Muh Taufik kemudian mengajak para orang tua membangun kedekatan emosional dengan anak melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Salah satunya ketika membangunkan anak untuk melaksanakan salat Subuh. Menurutnya, pendekatan yang lembut jauh lebih baik dibandingkan membentak atau memarahi anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *