Kota Medan

Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Peluang Investasi dan Perdagangan

144
×

Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Peluang Investasi dan Perdagangan

Sebarkan artikel ini

MEDAN | TERITORIAL24.COM — Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, menyebut Kota Medan sebagai salah satu kota penting bagi Malaysia dalam pengembangan hubungan ekonomi dan perdagangan.

Potensi tersebut dinilai membuka peluang lebih luas bagi peningkatan investasi dan kerja sama bisnis antara Malaysia dan Kota Medan.

Hal itu disampaikan Dato’ Muzafar saat melakukan kunjungan silaturahmi kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Balai Kota Medan, Kamis (8/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas memaparkan sejumlah potensi dan peluang investasi di Kota Medan, mulai dari sektor ekonomi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transportasi massal, pengelolaan sampah hingga pariwisata.

Rico mengatakan, Medan memiliki posisi strategis sebagai kota terbesar di Sumatera dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa.

Selain menjadi pusat kegiatan ekonomi, Medan juga memiliki keberagaman budaya dan kuliner yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata.

Dari sisi ekonomi, Rico mengungkapkan realisasi investasi Kota Medan pada 2025 mencapai sekitar Rp14,5 triliun, melampaui target sebesar Rp7 triliun. Pada tahun yang sama, pertumbuhan ekonomi Medan tercatat sekitar 5,10 persen.

“Medan ini tidak hanya memiliki ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro. Kota ini juga menjadi kotanya UMKM,” ujar Rico.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan, Kepala Dinas Pariwisata Odi Anggia Batubara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra, serta Kepala Bagian Kerja Sama Seri Inderahayu itu, Rico juga menjelaskan pengembangan transportasi massal melalui Bus Rapid Transit (BRT).

Pemko Medan menargetkan pengembangan koridor BRT dari lima menjadi 12 koridor pada 2027. Jaringan transportasi tersebut direncanakan menghubungkan Kota Medan dengan Binjai dan Kabupaten Deli Serdang.

Selain perluasan koridor, jumlah armada bus listrik juga ditargetkan meningkat dari 60 unit menjadi sekitar 283 unit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *