Kota Medan

Akademisi USU Apresiasi Program Tebus Ijazah Rico Waas, Dorong Siswa Kurang Mampu Lanjutkan Pendidikan

83
×

Akademisi USU Apresiasi Program Tebus Ijazah Rico Waas, Dorong Siswa Kurang Mampu Lanjutkan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

MEDAN | TERITORIAL24.COM — Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Roy Fachraby Ginting, mengapresiasi program tebus ijazah yang dijalankan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu.

 

Menurut Roy, program tersebut merupakan langkah konkret dalam mengatasi kendala biaya pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kota Medan.

 

Ia menilai, ijazah bukan sekadar dokumen kelulusan, melainkan salah satu syarat penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Karena itu, persoalan biaya yang menghambat pengambilan ijazah seharusnya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

 

“Program ini sangat membantu masyarakat kurang mampu, terutama siswa yang terkendala biaya untuk mengambil ijazahnya,” demikian pandangan Roy terhadap kebijakan tersebut.

 

Roy menjelaskan, pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi diri, membentuk kepribadian, serta mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup mandiri.

 

Dengan memiliki ijazah, para siswa diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya atau memperoleh pekerjaan yang layak.

 

Pada akhirnya, kesempatan tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

 

Meski memberikan apresiasi, Roy mengingatkan agar pelaksanaan program tebus ijazah yang menggunakan anggaran Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan) tetap diawasi secara ketat.

 

Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan. Transparansi juga penting agar pelaksanaan program tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi.

 

“Program tebus ijazah ini menggunakan anggaran Pemko Medan. Jangan sampai program ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk menjadi ladang transaksional. Kalau itu sampai terjadi, maka nama baik Wali Kota Medan juga yang akan jelek,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *