Blitar Raya

Cegah Tawuran Pelajar, Kapolres Blitar Kota Tekankan Pentingnya Kendali Diri dan Pendidikan Karakter

52
×

Cegah Tawuran Pelajar, Kapolres Blitar Kota Tekankan Pentingnya Kendali Diri dan Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini

BLITAR I TERITORIAL24.COM – Tawuran bukan simbol keberanian, melainkan tindakan yang dapat merusak masa depan. Pesan tegas tersebut disampaikan Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., saat memimpin apel pagi di MTs-MA Ma’arif NU Kota Blitar, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 WIB di Jalan Ciliwung Nomor 56, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, itu merupakan bagian dari Program Polisi Peduli Pendidikan untuk memperkuat kesadaran pelajar tentang bahaya kekerasan dan pentingnya menjaga keamanan lingkungan sekolah.

Di hadapan para siswa, Kapolres mengingatkan bahwa perkelahian tidak pernah menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah. Sebaliknya, tawuran dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri, keluarga, dan sekolah, bahkan mengancam masa depan pelajar akibat konsekuensi hukum yang ditimbulkan.

Kapolres menekankan pentingnya pengendalian emosi serta keberanian menolak ajakan kekerasan.

Para pelajar diminta tidak mudah terpancing provokasi, tekanan pergaulan, maupun persoalan sepele yang berpotensi berkembang menjadi konflik antarkelompok.

Menurut pesan yang disampaikan dalam apel tersebut, keberanian sejati bukan ditunjukkan dengan berkelahi, melainkan melalui kemampuan mengendalikan diri dan menyelesaikan persoalan secara bijak.

Kapolres juga mengingatkan siswa agar bijak menggunakan media sosial. Ujaran kebencian, tantangan berkelahi, dan unggahan provokatif berpotensi memperkeruh perselisihan. Karena itu, pelajar perlu memahami bahwa setiap aktivitas digital memiliki tanggung jawab dan dapat membawa dampak bagi orang lain.

Selain menjauhi kekerasan, siswa diajak memperkuat akhlak, kedisiplinan, serta menghormati guru dan orang tua.

“Jangan sia-siakan masa muda dengan tindakan yang merugikan. Gunakan waktu untuk belajar, beribadah, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi yang membanggakan keluarga serta sekolah,” demikian pesan Kapolres.

Kapolres menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tugas kepolisian. Sekolah, pesantren, guru, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *