Blitar Raya

Sumur Warga Mengering, Polres Blitar Kota Salurkan 3.000 Liter Air Bersih ke Kelurahan Sentul

42
×

Sumur Warga Mengering, Polres Blitar Kota Salurkan 3.000 Liter Air Bersih ke Kelurahan Sentul

Sebarkan artikel ini

BLITAR I TERITORIAL24.COM – Kekeringan mulai menyulitkan warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Sejumlah sumur milik warga dilaporkan mengering, sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari semakin sulit.

Merespons kondisi tersebut, Polres Blitar Kota bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar menyalurkan 3.000 liter air bersih kepada warga RT 02 RW 08, Rabu (21/10/2026).

Bantuan yang disalurkan sekitar pukul 11.30 WIB itu menjadi respons konkret terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak musim kemarau.

Di tengah keterbatasan pasokan air, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Tak sekadar mendistribusikan air, Polres Blitar Kota juga menyiapkan sarana penampungan agar bantuan bisa dimanfaatkan secara lebih efektif.

Fasilitas yang disediakan meliputi satu unit tandon berkapasitas 1.200 liter dan empat drum dengan kapasitas masing-masing 100 liter.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan sosial yang langsung dirasakan warga.

Menurutnya, penyaluran air bersih ini merupakan bentuk pelayanan nyata untuk membantu masyarakat menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

Kehadiran personel Polri di lokasi juga menjadi bagian dari komitmen untuk merespons kebutuhan warga secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Blitar Kota menerjunkan AKP Agus R selaku Kasat Sabhara bersama personel kepolisian.

Kegiatan ini turut melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sentul, personel Polsek Kepanjenkidul, Sekretaris Kelurahan Sentul beserta staf, tim BPBD Kota Blitar, ketua RT dan RW, serta masyarakat setempat.

Kolaborasi lintas unsur ini menjadi penting karena persoalan kekeringan tidak cukup ditangani melalui distribusi bantuan sesaat. Koordinasi antara kepolisian, BPBD, pemerintah kelurahan, dan warga dibutuhkan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan serta digunakan secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *