MEDAN I TERITORIAL24.COM – Memasuki musim penghujan dengan potensi curah hujan tinggi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara meningkatkan keandalan prasarana perkeretaapian melalui pembenahan saluran drainase di sekitar jalur serta pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang. Langkah preventif ini dilakukan untuk menjaga keandalan jalur sekaligus meminimalkan risiko gangguan perjalanan kereta api akibat cuaca ekstrem.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa KAI memahami potensi kerawanan prasarana yang timbul seiring perubahan cuaca. Oleh karena itu, langkah antisipatif terus digencarkan guna memastikan kondisi jalur tetap terjaga dan perjalanan kereta api berlangsung aman.
“KAI Divre I Sumut memahami bahwa perubahan cuaca, khususnya saat memasuki musim penghujan, dapat meningkatkan potensi gangguan terhadap prasarana perkeretaapian. Karena itu, KAI melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kondisi jalur tetap terjaga dan perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman,” ujar Anwar.
Anwar menjelaskan, salah satu perhatian utama dalam menghadapi musim penghujan adalah memastikan kelancaran aliran air hujan agar tidak menggenangi area sekitar jalur kereta api.
Genangan atau aliran air yang tidak terkendali berpotensi mengikis lapisan tanah dan material penyusun badan jalur sehingga dapat memengaruhi kestabilan konstruksi jalan rel.
Sebagai langkah penanganan, KAI melakukan pembuatan dan pembenahan saluran air di sekitar jalur kereta api guna mengarahkan aliran air hujan menuju saluran pembuangan.
Sepanjang bulan Oktober 2026, KAI Divre I Sumatera Utara melakukan pembuatan saluran air di 3 (tiga) titik lokasi sejauh 1.650 meter yang berada di sepanjang lintas Stasiun Bajalinggei hingga Stasiun Siantar.
Selain pembenahan saluran air, KAI melaksanakan penopingan atau pemangkasan pohon di sekitar lintasan, terutama terhadap dahan dan pohon yang berpotensi tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang.












