TERITORIAL24.COM, DELISERDANG – Sejak dibuka pada bulan September 2024 yang lalu, sejumlah warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Lubuk Pakam Pekan, Kecamatan Lubuk Pakam yang tinggal berdekatan dengan Warung Kopi ( Warkop) Baba merasa resah dan terganggu dengan suara bising dari musik yang terlalu keras.
Dampak dari suara bising, membuat warga yang berdomisili di sekitar warkop Baba ini menjadi terganggu dalam menjalankan aktivitas hingga berdampak tak bisa istirahat setiap malam karena suara keras dan bising.
Salah seorang warga yang tidak ingin disebut namanya ketika dikonfirmasi, Minggu (23/03) pagi megaku hingga bulan Ramadhan ini warkop Baba masih membuat kebisingan dengan menggelar musik pada sore hari hingga menjelang berbuka puasa.
Sebelumnya, warga sudah laporkan hal ini ke pihak Kelurahan Lubuk Pakam Pekan, ke Polsek Lubuk Pakam hingga ke DPRD Deli Serdang. Sudah dimediasi Lurah dan Kapolsek, namun pihak warkop sepertinya enggan menandatangani surat yang berisikan point-point tuntutan warga.
“Sebelum hari Kamis sebelum bulan puasa ada warga yang menelpon ke call center 110 yang mengangkat dari Mabes Polri menyampaikan keluhan tentang kebisingan ini, lalu ada sekitar 10 orang dari Polsek Lubuk Pakam yang turun untuk memediasi, malam itu sepakat pihak mereka, namun pada pagi harinya pihak Warkop tidak mau meneken surat kesepakatan.” ungkap warga.
“Kasihan kita bang, ada sekolah Tahfiz yang letaknya ada di sekitar warkop Baba, dimana bilang sudah ada kebisingan akibat suara musik yang terdengar, pengelola rumah tahfiz harus memulangkan murid-muridnya lebih cepat.” sambung warga lagi
Terkait keluhan warga terhadap suara bising dari Warkop Baba dibenarkan oleh Lurah Lubuk Pakam Pekan M Fahmi, ia mengatakan pihaknya sudah melakukan mediasi beberapa kali tapi persoalan ini tidak ada penyelesaian.
” Memang sudah beberapa kali kita mediasi tapi tidak ada penyelesaian, bahkan warga sudah juga membawa masalah ini ke Polsek hingga DPRD Deli Serdang,” ucap Lurah, Sabtu 22/3/2025.












