Polhukam

Ternyata! Bayu Bunuh Pacar dan Dibuang di Kebun Tebu Karena Kalap Didesak Menikah Habis Lebaran

305
×

Ternyata! Bayu Bunuh Pacar dan Dibuang di Kebun Tebu Karena Kalap Didesak Menikah Habis Lebaran

Sebarkan artikel ini
Edi Subayu alias Bayu pelaku pembunuhan wanita berhelm di perkebunan tebu Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang.(Ist)

TERITORIAL24.COM, Medan-Seorang pria bernisial ES, yang juga dikenal sebagai Bayu, telah ditangkap oleh pihak kepolisian setelah melakukan pembunuhan terhadap pacarnya, Risma Yunita, di Medan.

Bayu, pelaku pembunuhan terhadap Risma Yunita, memicu tindakan kejamnya karena merasa kesal dengan desakan dari Risma untuk segera menikah.

Sejak mereka berkenalan melalui aplikasi kencan Tantan pada tahun 2024, Risma sering menanyakan kepastian hubungan mereka dan meminta Bayu untuk menikah setelah Idul Fitri 2025.

Kejadian tragis ini terjadi akibat ketidakpuasan pelaku yang merasa tertekan oleh permintaan Risma untuk segera menikah setelah Idul Fitri.

Bayu, yang merupakan seorang duda dan bekerja sebagai kuli bangunan, merasa tertekan oleh permintaan tersebut. Ia mengaku tidak memiliki cukup uang untuk pernikahan dan tidak berniat untuk menikah kembali.

Ketidakmampuannya untuk memenuhi harapan Risma membuatnya marah dan akhirnya merencanakan pembunuhan.

Setelah melakukan tindakan kejam tersebut, Bayu melarikan diri ke Langkat. Namun, upayanya untuk menghindari hukum berakhir ketika ia ditangkap oleh polisi. Dalam proses penangkapan, Bayu melawan dan terpaksa ditembak di bagian kaki oleh petugas.

Polisi menjeratnya dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur tentang pembunuhan berencana. Pasal ini menyatakan bahwa barangsiapa yang dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu merampas nyawa orang lain dapat dikenakan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Setelah menjemput Risma pada malam 20 Maret 2025, Bayu membawa korban ke tempat tinggalnya di Desa Medan Krio, di mana ia kemudian membunuh Risma dengan cara mencekik lehernya. Setelah itu, ia membuang jasad korban di kebun tebu dan berusaha menguasai barang-barang milik Risma.

Kejadian ini menyoroti pentingnya komunikasi dalam hubungan serta dampak serius dari tekanan emosional yang dapat berujung pada tindakan kriminal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *