TERITORIAL24.COM, PAKPAK BHARAT – Jam menunjukkan pukul sembilan malam. Hujan tak turun, tapi angin malam mulai menusuk tulang.
Di sepanjang jalan sempit di Kecamatan Kerajaan, lampu-lampu warung kopi mulai redup, namun langkah para personel Polsek Sukaramai justru baru dimulai.
Malam itu, Sabtu (10/5/2025), seperti malam-malam sebelumnya, mereka kembali melakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD)—sebuah upaya sederhana tapi berarti, untuk menjaga rasa aman di wilayah hukum mereka. Dari ATM Bank BRI yang sering jadi sasaran pelaku kejahatan, hingga warung-warung kecil yang menjadi tempat warga berbagi tawa dan cerita, mereka menyusuri satu per satu.
“Warga jangan segan-segan, kalau ada hal mendesak, segera hubungi layanan Polisi 110,” ujar Kapolsek Sukaramai, AKP Sukanto Berutu, S.H, dengan suara tenang tapi tegas. Ia tahu betul, rasa aman adalah kemewahan yang harus terus dirawat.
Di sebuah warung kecil yang hanya beratapkan seng, seorang pemilik warung bernama Mak Eli, 56 tahun, menyambut mereka dengan senyum.
“Kalau ada polisi lewat malam-malam begini, saya lebih tenang. Kadang orang mabuk lewat, atau anak muda nongkrong sampai larut,” katanya.
Ia lalu menyuguhkan kopi hitam dalam gelas kecil, seperti ritual penghormatan untuk para penjaga malam.
Warga lain, Julianto, 28 tahun, seorang sopir travel, mengaku lebih berani pulang larut malam karena tahu polisi sedang patroli.
“Dulu sempat ada pencurian sepeda motor. Sekarang suasana lebih tenang,” ujarnya.
AKP Sukanto dan timnya tak hanya berpatroli. Mereka juga menyapa, memberi imbauan agar warga tetap waspada, dan mendengarkan keluh kesah warga.
Tidak ada senjata yang ditenteng tinggi, tidak ada suara sirine yang melengking. Hanya lampu senter, jaket dinas, dan sapaan ramah yang jadi modal utama.
Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi bukan hanya ada saat terjadi masalah, tapi juga hadir untuk mencegahnya,” katanya.












