Deli Serdang - Serdang Bedagai

Lutut Cedera, Semangat Tak Patah: Wak Ombeng dan Kunjungan Hangat Rekan Sejawat

265
×

Lutut Cedera, Semangat Tak Patah: Wak Ombeng dan Kunjungan Hangat Rekan Sejawat

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Di sebuah rumah sederhana di Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai, semangat seorang jurnalis tetap menyala meski tubuhnya tak lagi bisa bergerak bebas.

Bambang Sujatmiko, yang akrab disapa Wak Ombeng, terpaksa beristirahat total tak bisa lagi lasak setelah lutut kanannya bergeser akibat kecelakaan tunggal saat menjalankan tugas jurnalistik di Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, beberapa waktu lalu.

Meski lututnya kini dibalut kain putih dan pergerakannya terbatas hanya duduk, wajah Wak Ombeng tetap memancarkan optimisme.

Ia belum bisa kembali ke lapangan, namun hasratnya untuk kembali menulis dan meliput tetap menyala.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Serdang Bedagai, Zuhari, datang menjenguk, Rabu 14 Mei 2025. Ia tidak sendiri—beberapa rekan jurnalis dari berbagai media ikut hadir, membawa serta rasa empati dan solidaritas yang hangat. Mereka duduk bersama Wak Ombeng, berbagi cerita, tawa, dan semangat.

“Informasi itu penting, tapi keselamatan jiwa lebih utama,” pesan Zuhari kepada Wak Ombeng, sembari menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok: beras, gula, minyak goreng, teh, dan mie instan.

Bantuan itu tak seberapa, namun bagi Wak Ombeng, perhatian itulah yang paling membekas.

 

Dengan mata berbinar, Wak Ombeng mengucap syukur. “Terima kasih atas kehadiran kawan-kawan semua. Saya jadi lebih semangat untuk sembuh,” katanya lirih namun penuh haru.

Ia berharap silaturahmi ini tak berhenti pada saat ia sakit, tetapi terus terjalin di ruang perjuangan jurnalistik yang lebih luas.

Dalam kunjungan itu hadir pula jurnalis dari berbagai media lokal, diantaranya, Khairul Syahputra Daulay (Empiris), Budiono (timenews.co.id), dan Edwin Yatim (Metro Sergai).

Kunjungan itu bukan sekadar pelipur lara, tetapi bukti bahwa di tengah medan kerja yang keras, jurnalis pun punya keluarga: sesama pejuang pena.(Akbar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *