Asahan - Tanjungbalai

Serius Tangani Banjir, Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Titik Rawan di Kelurahan Sirantau

240
×

Serius Tangani Banjir, Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Titik Rawan di Kelurahan Sirantau

Sebarkan artikel ini
Serius Tangani Banjir, Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Titik Rawan di Kelurahan Sirantau. (ist/ham)

TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Mahyaruddin Salim dan Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, langkah-langkah konkret terus dilakukan untuk menekan dampak banjir.

Salah satunya ditunjukkan pada Jumat (20/6/2025), saat Wali Kota Mahyaruddin Salim turun langsung meninjau beberapa titik rawan banjir di Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar.

Ia didampingi oleh Asisten Ekbang drh Muslim, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Tajul Abrar, Plh Kadishub Elvandia, Plh Kadis Kominfo Heri Antoni, Plh Camat Datuk Bandar Indra Adiguna, Lurah Sirantau Jhon Erwin Damanik, serta para Kepala Lingkungan setempat.

Peninjauan dilakukan di sejumlah ruas jalan yang sering terdampak banjir, seperti Jalan Durian, Jalan Jamin Ginting, dan Jalan Arteri.

Di lokasi tersebut tampak genangan air akibat curah hujan tinggi, diperparah oleh penyempitan dan sedimentasi Sungai Sijambi yang dipicu oleh pembangunan pemukiman di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).

Dalam arahannya, Wali Kota meminta Camat, Lurah, dan perangkatnya untuk segera menindaklanjuti kondisi ini melalui kegiatan gotong royong guna mengatasi genangan air. Ia juga menyampaikan rencana jangka menengah berupa normalisasi Sungai Sijambi yang berada di Lingkungan IV, Kelurahan Sirantau.

“Saya sudah minta agar kegiatan gotong royong segera dilakukan. Untuk langkah selanjutnya, Pemko akan menormalisasi Sungai Sijambi agar aliran air kembali lancar dan genangan air dapat dikurangi secara signifikan,” ujar Mahyaruddin.

Wali Kota juga mengimbau warga yang tinggal di sepanjang Jalan Jamin Ginting dan Jalan Arteri untuk menertibkan bangunan yang berdiri di atas badan jalan maupun parit, guna memudahkan pengerukan drainase dan pembersihan tumpukan sampah.

“Setelah kami tinjau langsung, terlihat jelas bahwa sedimentasi sangat tinggi di drainase, dan kondisi Sungai Sijambi yang buruk turut menyumbat jalur air. Ini menjadi penyebab utama terjadinya luapan air saat hujan deras. Kita akan mulai dengan gotong royong bersama perangkat Kecamatan dan warga,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya telah menegur warga yang mendirikan bangunan di atas parit agar segera membongkarnya untuk menghindari dampak lanjutan.

“Hal paling penting adalah menjaga dan merevitalisasi daerah resapan air agar tidak kehilangan daya serap. Jika Sungai Sijambi bisa dinormalisasi secara optimal, genangan air bisa dikurangi hingga 80%,” jelas Wali Kota.

Menutup tinjauannya, Mahyaruddin Salim mengajak seluruh elemen masyarakat—dari Kepala Lingkungan, Lurah, Camat hingga warga—untuk berperan aktif dalam pengawasan serta edukasi publik. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta tidak mendirikan bangunan di atas saluran drainase, terlebih di kawasan DAS.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting. Mari kita jaga bersama lingkungan kita agar bebas dari banjir,” pungkas Wali Kota.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *