Blitar Raya

AKSI DAMAI TIGA HARI! Ratusan Warga Blitar Desak Greenfields Hentikan Limbah ke Sungai Genjong

60
×

AKSI DAMAI TIGA HARI! Ratusan Warga Blitar Desak Greenfields Hentikan Limbah ke Sungai Genjong

Sebarkan artikel ini

BLITAR I TERITORIAL24.COM – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Blitar (GMB) menggelar aksi damai, Selasa (13/10/2026), mendesak PT Greenfields Indonesia menghentikan pembuangan limbah yang diduga mencemari Sungai Genjong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

 

Aksi yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 13–15 Oktober 2026, tersebut membawa lima tuntutan utama, mulai dari penghentian pembuangan limbah hingga pemulihan lingkungan yang dikeluhkan masyarakat.

 

Ketua aksi, Mario Budi alias Kempes, menegaskan bahwa aksi damai ini bukan sekadar menyampaikan aspirasi, melainkan mendesak adanya tindakan nyata dari pihak terkait.

 

“Ini bukan sekadar menyampaikan aspirasi. Kami mendesak agar tuntutan masyarakat benar-benar ditindaklanjuti dengan tindakan nyata,” tegas Kempes dalam orasinya.

 

Warga mengeluhkan kondisi Sungai Genjong yang disebut mengalami perubahan. Air yang sebelumnya jernih dan dimanfaatkan untuk mandi serta kebutuhan sehari-hari kini dikeluhkan keruh dan berbau menyengat. Masyarakat juga menyoroti keberadaan kotoran sapi yang diduga turut memengaruhi kualitas air.

 

Kondisi tersebut memicu keresahan warga yang menginginkan pemeriksaan kualitas air dan penelusuran sumber pencemaran secara transparan.

 

Dalam aksi tersebut, GMB menyampaikan lima tuntutan, yakni:

 

Menghentikan pembuangan limbah yang diduga mencemari Sungai Genjong.

Melakukan pembersihan dan pemulihan lingkungan sungai.

Bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan apabila terbukti disebabkan aktivitas perusahaan.

Membuka transparansi pengelolaan dan pembuangan limbah.

Memperketat pengawasan agar dugaan pencemaran tidak terulang.

 

GMB menegaskan, penghentian potensi pencemaran harus diikuti langkah pemulihan serta pemeriksaan lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media mengenai aksi dan tuntutan masyarakat, salah satu perwakilan PT Greenfields Indonesia tidak bersedia memberikan pernyataan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *