Kota Medan

Antisipasi Kenaikan di Bulan Puasa, Rico Waas Pantau Harga Bahan Pangan di Pasar Petisah

472
×

Antisipasi Kenaikan di Bulan Puasa, Rico Waas Pantau Harga Bahan Pangan di Pasar Petisah

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan pemantauan harga bahan pangan di Pasar Petisah Medan pada Rabu pagi (5/3/2025).

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga bahan pokok (bapok) yang dapat meresahkan masyarakat menjelang bulan puasa, seiring instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Rico Waas tiba di Pasar Petisah sekitar pukul 07.55 WIB, didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Pemantauan dimulai setelah pihak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Medan menyampaikan daftar harga bapok.

Wali Kota kemudian menyambangi berbagai los yang menjual sayuran, telur, sembako, ayam potong, dan daging sapi.

Dalam tinjauannya, Rico Waas menanyakan harga bahan pangan kepada pedagang dan menampung keluhan mereka mengenai kondisi pasar.

Banyak pedagang mengeluhkan kurangnya penerangan serta blower yang tidak berfungsi, yang membuat suhu pasar terasa tidak nyaman.

“Saya juga merasakan apa yang bapak dan ibu keluhkan tersebut. Lihat saja wajah saya, sudah berkeringat,” ujarnya sambil tersenyum.

Rico Waas menjelaskan bahwa harga bahan pangan seperti beras, telur, dan gula masih normal. Bahkan, harga cabai merah tercatat mengalami penurunan dibandingkan minggu lalu.

Namun, ia juga menerima laporan dari beberapa titik di Kota Medan yang menyebutkan adanya lonjakan harga cabai merah yang cukup ekstrim.

“Makanya, saya minta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan untuk mengeceknya. Kita akan cek pasokannya dari mana untuk dilakukan MoU agar bisa dilakukan penekanan harga,” tegasnya.

Selain itu, Rico Waas juga menyoroti kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih yang harus diwaspadai menjelang bulan puasa.

Mengenai keluhan pedagang tentang kondisi pasar, Rico Waas meminta agar dilakukan pembersihan secara berkala. “Meski belum dalam tahap pembenahan luar biasa, tapi harus diperhatikan. Sama seperti rumah, kalau kita biarkan lama-lama akan kotor,” kata Rico.

Pemantauan juga menyasar kondisi lantai dua dan tiga Pasar Petisah yang kini banyak kiosnya kosong. Menurut pedagang, penurunan jumlah tenant ini terjadi setelah pandemi Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *